KUPAS TUNTAS GUIDELINES GKS 2019 – Part 1

Halo! Udah lama banget aku ngga nulis posting disini tentang KGSP, biasalah sibuk ngelab biar bisa lulus. 🤣

Nah kebetulan banget karena pendaftaran KGSP 2019 udah dibuka minggu lalu, aku kepikiran buat nulis “Kupas tuntas guidelines KGSP (GKS) 2019” untuk membantu teman2 semua yg ingin apply KGSP 2019 ini.

Tapi sebelum membaca postingan ini lebih lanjut, dimohon dengan sangat untuk teman2 sudah membaca guidelines resmi yang diterbitkan di website studyinkorea.go.kr atau di website embassy korea di jakarta. Aku yakin sih udah pada baca, karena mereka udah publish sejak semingguan lalu. Bahkan mungkin ada yg udah kirim dokumen juga ya kalo rajin banget 😄

buat jaga2 aja barangkali ada yg belum baca, saya attach disini ya untuk guidelines nya, bisa langsung download aja dengan klik link dropbox dibawah ini.

GKS 2019 Application Guidelines Complete

Aku juga udah upload informasi yang tercantum di website embassy korea di jakarta dan di website studyinkorea.go.kr, jadi insyaAllah lengkap. kalau ada yang terlewatkan, bisa tolong komen di bawah langsung ya.

Yang paling penting disini adalah, guidelines dan FAQ harus dibaca dengan sangat jelas dan hati2, baca berkali2 dan dipahami bahasa inggrisnya. karena kalo dibaca sekali aja sering kadang salah karena memang aturannya agak rumit.

aku akan mulai bahas dari dokumen pertama yaa.

1. Application Guidelines

 

I. Program Objectives

Dimulai dari halaman pertama file application guidelines 2019 ini, nama KGSP udah berubah officially jadi “Global Korea Scholarship” atau GKS ya, jadi jangan ngga salah tulis KGSP di form aplikasi kalian yaa. Jangan lupa dibaca juga program objective nya, dan sesuaikan antara motivasi kalian dengan objective program GKS ini. Ini cuma saran aja sih, karena seandainya kalian ingin memberi dana ke seseorang, pasti kalian juga lebih prefer untuk ngasih ke orang yg punya visi misi sama kayak kalian kan 😄

II. Expected Grantees and III. Available Universities and Fields of Study

Lalu untuk tahun ini Indonesia kebagian total 26 awardee, 12 dari Embassy Track, dan 14 dari University Track. Untuk embassy track, ngga ada perbedaan antara mendaftar ke univ secara general maupun univ regional (maksudnya univ yang berada di daerah2). Sedangkan kalau daftar melalui university track, quota nya akan dibedakan sebagai Type A univ (univ general) dan Type B (univ general + univ regional). Jadi untuk kuota indonesia kan dapet 14, itu dibedakan lagi jadi 10 untuk Type A + Type B, lalu 4 quota dikhususkan untuk aplicants yg mendaftar ke univ regional di kolom Type B, tapi pengkhususan ini cuma untuk yg daftar di natural science and engineering major ya.

Aplikasi untuk embassy track dikirim langsung ke Kedutaan Besar Republik Korea yg ada di jakarta ya. Sedangkan untuk University Track silakan dikirim langsung ke Univ yang kalian inginkan. Nah sejak setahun atau dua tahun lalu, Korea ngasih juga beasiswa untuk program research, jadi awardee yang dapet beasiswa ini bisa ngelakuin penelitian di Korea sesuai dengan research proposal yang diajukan oleh awardee sendiri (tapi harus sudah kontak dengan supervisor di univ di korea ya).

Untuk pilihan universitas, harus di Univ yang sudah ditentukan oleh program GKS ini ya, totalnya ada 67 universitas. Mereka juga menuliskan mengenai kemungkinan penyelenggaraan kelas menggunakan bahasa Korea (karena pada umumnya masih pake bahasa Korea) jadi sangat amat sangat disarankan untuk pendaftar ngecheck dulu ke univ yang diinginkan apakah mereka punya kelas dalam bahasa inggris. Udah ditulis ya disini, jadi jangan sampe saat udah diterima GKS malah ngeluh2 karena kelasnya pake bahasa korea 😅 ngecheknya dimana? silakan dicari di web nya dulu ya, bagian kurikulum. biasanya ada tulisannya apakah lecturenya pakai bahasa inggris atau korea. kalau ngga ada, silakan tanya ke departemen masing2 atau ke OIA di univ tersebut.

IV. Eligibility

  • Kewarganegaraan dan Usia

Persyaratan pendaftar KGSP adalah ngga boleh punya kewarganegaraan Korea, lalu ngga boleh berusia lebih dari 40 tahun ya. Untuk academic professor di bawah umur 45 tahun dari Indonesia masih boleh apply.

  • Degree

Degree requirement nya standar, untuk daftar doctoral harus punya ijazah master. Untuk daftar program master harus punya ijazah sarjana atau yg setara. Untuk research program harus punya ijazah master atau yg lebih tinggi dari master (tergantung daftar programnya yg mana), dan harus dapet invitation (undangan) dari salah satu univ yg ditunjuk oleh NIIED (67 univ tadi).

Untuk yg belum punya ijazah tapi udah jelas lulus sebelum agustus 2019, bisa daftar tapi harus submit sertifikat expected graduation saat apply. Lalu ijazahnya bisa di submit sebelum agustus 2019. Kalau setelah itu masih belum bisa melampirkan, maka akan didiskualifiaksi dari scholarship ini.

Untuk kalian yg sudah dapat gelar dari univ di korea, ngga boleh daftar program ini, kecuali mereka yg merupakan korean adoptees atau dulunya dapet GKS scholars juga (KGSP). Untuk mantan GKS Scholar, syarat tambahan adalah harus ke higher degree dibanding yg sudah diambil, dan nilai GPA nya harus lebih dari sama dengan 90%. Kalau dulu cuma exchange atau visit ke korea, masih boleh daftar karena tidak ada gelar lulus dari univ di korea.

  • IPK

Persyaratan IP (GPA) atau IPK (CGPA) adalah harus punya IPK lebih dari 2.64 dari skala 4.0, ATAU percentile score nya 80% ke atas (ini maksudnya kalau scale nya ngga tercantum di guidelines maka bisa mengikuti syarat percentile). Nilai percentile bisa dilihat di appendix guidelines ya. Syarat CGPA ini mutlak sifatnya, jadi kalau dibawah 2.64 akan langsung didiskualifikasi.

  • Kesehatan

Persyaratan kesehatannya adalah harus sehat jasmani dan rohani karena di Korea berat. Kalau gampang homesick atau susah jauh dari Indonesia, coba disiapin dulu mentalnya kalau harus ngga ketemu selama 1 tahun gimana. Atau semisal gampang stress, lebih baik jangan daftar karena Korea paling bisa bikin orang yg awalnya waras jadi stress 😂 (just kidding).

Personal medical assesment itu diisi sendiri ya, namanya juga personal assesment. nanti yg ke rumah sakit itu kalau udah lulus tahap 2 yg dari NIIED. Jadi di tahap awal ini ngga perlu ke RS. Kalau udah lulus tahap 2 tapi ternyata ada positif narkoba atau kena sakit yang parah banget ampe ngga bisa study di korea, maka awardee akan didiskualifikasi.

  • Yang ngga boleh daftar

Mereka yg sudah dapat gelar dari korea ngga boleh daftar ya. Dan yg udah pernah jadi GKS scholar tapi mengundurkan diri juga ngga boleh daftar. Terkecuali untuk yg resign karena ngga lulus topik 3, itu boleh daftar lagi dengan syarat punya topik 5 keatas.

  • Preference

Untuk yang punya language proficiency Korea (TOPIK) atau English (TOEFL, TOEIC, IELTS) lebih diutamakan ya. Selain itu ngga akan diterima, termasuk TOEFL ITP.

Ada preferensi juga untuk yg majornya natural science dan engineering. semisal ada dua kandidat dengan nilai sama, yg satunya dari MIPA dan satunya dari Humaniora, maka ada preference untuk pilih yg MIPA.

Mereka yg berasal dari keluarga dengan pendapatan rendah dan berasal dari daerah2 juga akan dapat preferensi.

V. Required Documents

Kalau yg ini insyaAllah sudah jelas ya dari table yg disajikan di guidelines. Semoga ngga ada yg nanya lagi apakah wajib menyerahkan sertifikat bahasa apa engga 😅

Note (WAJIB DIBACA):

  • Semua yg berbahasa selain inggris atau korea, wajib ditranslate dan dilegalisir oleh institusi yg membuat dokumen tersebut atau ke notaris. semisal akta kelahiran, bisa ditranslate di dispendukcapil dan dilegalisir disana langsung (bener ga ya? agak lupa), jadi ngga perlu dinotariskan. Kalau dokumennya di sworn translate karena institusi yg mengeluarkan ngga bisa menerjemahkan, berarti harus difotokopi dan dilegalisir oleh notaris.
  • Semua dokumen yg difotokopi harus dinotariskan ya. Saya kurang jelas juga apakah legalisir dari universitas sudah cukup apa belum, tapi kalau baca dari guidelines sepertinya harus notaris. saya dulu untuk jaga2 jadi dua cap, universitas dan notaris. tapi setahu saya notaris saya sudah cukup.
  • Dokumen ngga akan dikembalikan. jadi jangan submit yg asli ya.
  • Dokumen harus dimasukkan sesuai dengan urutan dari nomer satu yg paling depan, sesuai dengan checklist form nya. terus di tiap dokumen bagian pojok kanan atas ditulis nomer dan label nya, misal 9. Certificate of Bachelor’s Degree. Kalau di aturan embassy Korea di Indonesia, dokumen ngga boleh dimasukkan ke clear file (map plastik transparan) ya. dulu saya sih cuma beli label aja dan tulis tangan. Kalau ada yg mau di ketik juga jauh lebih baik. Ada teman saya yg ngeprint langsung di masing2 dokumennya, tapi katanya harus dicoba2 dulu supaya ngga ngeprint diatas informasi dokumen.
  • kalau belum lulus tapi sudah jelas akan lulus sebelum agustus 2019, boleh submit Certificate of Expected Graduation saat apply ya. Lalu ijazahnya tinggal di submit saat sudah dapat, sebelum 31 agustus 2019. yg perlu diperhatikan adalah, kalian harus tanya dulu ke jurusan apakah ijazahnya boleh dikirim ke korea apa engga. karena kasusnya teman saya anak UI, mereka harus pulang lagi ke indonesia dan ngambil langsung ijazahnya (waktu itu kalau ngga salah krn graduation di indonesianya setelah mereka berangkat ke korea).
  • Embassy track >>> harus kirim 1 set formulir aplikasi original, dan 4 recommendation letter. Tahun ini embassy tidak mensyaratkan 3 kopian dari application form
  • University track >>> harus kirim 1 set formulir aplikasi original.

Karena tiap program requirement nya beda, saya ngga bisa bahas satu2. tapi pada intinya yang harus dikumpulkan adalah:

  1. Form aplikasi >>> diketik dan pakai bahasa inggris. ngecheck nya pakai ya, bukan contreng.
  2. Personal statement >>> udah ada penjelasannya suruh nulis apa di personal statement. intinya motivasi daftar GKS, pengalaman kerja atau pendidikan yg berhubungan sm apply program ini, alasan belajar di korea, dan hal2 lain yg sekiranya bisa mendukung aplikasi kamu (semisal pernah ada pengalaman exchange, atau presentasi akademik, atau ikut suatu program). Jangan lupa dibaca perintah nya baik2 ya, misal harus single spacing dan cuma 1 halaman aja.
  3. Statement of purpose >>> isinya goal of study & study plan, dan future plan setelah lulus dari program GKS ini. In summary, kalau saya dulu bikin dengan penjabaran per semester (untuk study plan), sedangkan untuk future plan saya jabarkan secara short term dan long term. kalau yg ini sebenernya kreatifitas dari applicant aja jadi ngga harus juga dijabarkan seperti saya. Yang penting penyampaian nya mengena di hati reviewer aja hehe. Untuk statement of purpose ngga boleh lebih dari 2 halaman ya. Saya dulu hanya 1 halaman totalnya. Semakin panjang belum tentu semakin bagus, yg penting dapat point nya saja karena kalau kepanjangan nanti kasian yang baca 😅
  4. Research proposal >>> KHUSUS UNTUK YG DAFTAR RESEARCH PROGRAM. Ini saya juga kurang tau harus bagaimana menulisnya, tapi kira2 seperti nulis proposal saat skripsi dulu mungkin ya. Dan setahu saya yg ini harus sudah ada kontak dengan prof di Korea. Saya dulu pas apply AAS (australia) juga sistemnya adalah kontak prof dulu, nunggu dibales, trs tanya kira2 bisa penelitian tentang apa disana (atau kalau sudah riset ttg prof nya, berarti bisa langsung aja bilang mau penelitian tentang apa), lalu jika prof sudah setuju, baru coba dibikin. dan setelah selesai, kirim dulu balik ke prof untuk di check apakah sudah sesuai atau belum (dulu saya gitu sih). nah kalau sudah fiks semua baru bisa dimasukkan di form pendaftaran.
  5. Surat rekomendasi >>> DUA BIJI YA teman2, harus dari dua orang berbeda yang bisa menilai kemampuan akademik kalian. Saran saya sih supervisor skripsi (DPS) dan supervisior akademik (DPA). Syarat ini agak ribet menurut saya karena tiap pemberi rekomendasi harus ngeprint dan fotokopi 3 kali, dan ditandatangani satu2 suratnya (total berarti ada 4 copies ya, 1 original hasil print2an dan 3 fotokopian). lalu suratnya dimasukkin ke official envelope (dulu saya engga, sepertinya ini aturan baru. official envelope mungkin bisa minta ke jurusan kali ya), dan ditandatanganin di bagian belakang (batasan flap nya, jadi ketahuan kalau dibuka apa engga). Jangan lupa suruh ditandatanganin ya, nanti ngga diterima.
  6. Letter of Invitation >>> KHUSUS RESEARCH PROGRAM. ini bisa minta diisi oleh petugas atau supervisor di departemen atau universitas yang kalian tuju. Jadi kalau research program emang wajib ngontak supervisor di korea ya teman2.
  7. GKS Applicant Agreement >>> surat kontrak, dibaca baik2 ya supaya ngga ada masalah saat di Korea. salah2 bisa di keluarin dari program GKS lho teman2.
  8. Personal medical assesment >>> isinya tentang pernyataan secara pribadi tentang kesehatan anda dan penyakit2 yang pernah diderita. ngga perlu ke dokter ya untuk mengisi ini, sudah jelas di penjelasannya.
  9. Ijazah S1 >>> Original ya teman2. Ini bukan berarti ngirim asli, cukup difotokopi lalu dinotariskan. Kalau ngirim asli nanti ngga balik ijazahnya 😂
  10. Transkrip S1 >>> Original juga.
  11. Ijazah S2 >>> untuk program doctoral dan research. Original.
  12. Transkrip S2 >>> untuk program doctoral dan research. Original.
  13. Ijazah S3 >>> khusus program research yg postdoctoral. Original.
  14. Transcript S3 >>> khusus program research yg postdoctoral. Original.
  15. Sertifikat kerja >>> khusus program research yg postdoctoral. Original.
  16. Proof of citizenship >>> bisa passport atau akta lahir, bahasa inggris ya. untuk akta bhs inggris bisa minta ke dinas kependudukan dan pencatatan sipil di kota anda.
  17. Proof of parent’s citizenship >>> Kartu Keluarga yg sudah di translate ke bahasa inggris, difotokopi, lalu dilegalisir oleh notaris. Kalau bisa ngga perlu KTP, karena kalau KTP kan berarti harus translate 2 document KTP jadinya akan lebih mahal.
  18. Proof of Overseas Korean Document >>> khusus overseas Korean
  19. Proof of Korean Citizenship Renunciation Document >>> khusus yg dulu pernah jadi orang Korea
  20. Proof of Korean Adoptee Document >>> khusus orang korea yg diadopsi di luar negeri
  21. Sertifikat TOPIK >>> hanya opsional, ngga wajib disertakan, tapi kalau punya akan menambah nilai. Harus yg masih valid ya.
  22. Sertifikat Bahasa Inggris >>> hanya opsional, ngga wajib disertakan, tapi kalau punya akan menambah nilai. Harus yg masih valid ya. hanya bisa IELTS, TOEFL, atau TOEIC. tidak menerima TOEFL ITP atau test2 prediksi lainnya.
  23. Publikasi, research paper, dkk >>> buat yg pernah publikasi, bisa dimasukkan di section ini. saya dulu masukkan abstract skripsi saya dan juga poster presentation dalam bentuk print A4 berwarna.
  24. Awards >>> kalau yg pernah dapat penghargaan yg sekiranya mendukung aplikasi kalian, maka bisa disertakan. semisal ndaftar program engineering tapi dapet award di bidang fotografi? terserah aja, asal bisa dijelaskan relasi award itu terhadap study kalian di engineering kelak. Misal pernah ikut PKM dan sampai dapat penghargaan, maka bisa dimasukkan juga.
  25. Passport copies >>> setelah lulus tahap 2
  26. Medical examination >>> setelah lulus tahap 2. Ini agak merogoh kocek ya teman2, saya dulu habis 1.5 juta sepertinya untuk ini saja. (masih belum ditambah test bahasa inggris dan legalisir dokumen yg banyak banget 😭)

saya tulis sampai segini dulu ya, insyaAllah besok lanjut lagi. Ini saya post terlebih dahulu supaya bisa dibaca2 dulu^^

 

 

 

 

 

FAQ KGSP Part 1

Halo,

Kali ini saya akan menjabarkan mengenai FAQ KGSP yang telah ditanyakan oleh teman-teman semuanya. Karena mostly orang Indonesia, jadi postingan ini akan menggunakan bahasa Indonesia. Saya akan jabarkan dalam bentuk poin-poin sehingga lebih mudah dibaca 🙂

  1. Q: Bagaimana cara mendaftar KGSP Graduate?

A: KGSP ada dua track/jalur, pertama Embassy, kedua via University. Untuk Embassy, silakan buka website embassy Korea Selatan di Indonesia, dan klik bagian Pengumuman Kedubes. Kalau pendaftaran via embassy sudah dibuka, akan ada pengumuman disitu. Untuk melihat guideline tahun lalu, silakan cari post nomer 231 dengan judul: 2016 KGSP-Graduate Degree Scholarship.

Link: http://idn.mofa.go.kr/worldlanguage/asia/idn/mission/notice/index.jsp

Ada juga yang prefer untuk buka via www.studyinkorea.go.kr dan buka bagian Scholarship >> KGSP. Infonya cukup jelas juga disitu. Tapi jika bukan periode pendaftaran, maka tidak ada link yang bisa diakses untuk download guidelines.

Link: http://studyinkorea.go.kr/en/sub/gks/allnew_invite.do

2. Q: Apakah sertifikat bahasa itu penting?

A: Pertanyaan tricky, tapi jawabannya sertifikat bahasa itu: penting nggak penting. Karena memang saat saya apply, tidak dipersyaratkan untuk mencantumkan sertifikat bahasa. Namun memang menurut saya, bisa jadi nilai tambah, jadi kalau kalian sudah punya, kirimkan saja. 🙂

Saya pribadi akan mencantumkan karena itu merupakan bukti tingkat kemampuan bahasa Inggris/Korea kita. Karena tahap embassy persaingannya lumayan ketat, jadi sewajarnya penyeleksi akan memilih berdasarkan dokumen yang diinput, semakin baik akan semakin besar chance untuk ke tahap interview.

3. Q: Seberapa besar peluang saya diterima?

A: Pertanyaan tersulit, saya tidak akan pernah bisa menjawab karena hanya kalian sendiri yang tahu 🙂

Saat saya apply pun, saya tidak ada bayangan sama sekali akan diterima atau tidak, karena saya tidak tahu kualifikasi saingan saat itu seperti apa. Daripada berpikir mengenai peluang, lebih baik mempersiapkan yang terbaik. Jangan berpikir kegagalan saat belum berperang. 🙂

4. Q: Dokumennya kalau bahasa Indonesia bagaimana mengurusnya?

A: Ini paling sering ditanyakan, hehe. Jadi untuk dokumen, pada intinya semua harus bahasa inggris/korea dan wajib disahkan oleh notaris. Jadi kriterianya begini:

  • Dokumen bahasa Indonesia: silakan translate dulu ke institusi yang bersangkutan (Univ atau Capil). Jika institusi tersebut tidak menyediakan jasa translate, silakan dibawa ke sworn translator. Setelah ditranslate oleh penerjemah tersumpah, dokumen difotokopi dan disahkan oleh notaris.
  • Dokumen sudah bahasa Inggris atau Korea: Cukup difotokopi dan dibawa ke notaris untuk disahkan.

5. Q: Jurusan ABC bagusnya di Universitas mana ya?

A: Silakan buka website-website yang menawarkan ranking universitas dari seluruh dunia. Lalu pilih major yang kalian inginkan, dan filter/saring untuk negara korea saja. Setelah itu, silakan buka masing-masing web universitas yang kalian inginkan, dan coba bandingkan topik risetnya dan dosen pembimbing penelitian. Biasanya untuk mahasiswa S2, mereka lebih mementingkan topik riset/supervisor daripada hanya berdasar ranking universitas.

Itu adalah part 1 untuk FAQ KGSP. Kalau ada yang ingin ditanyakan, silakan komen dibawah ya. Selamat berjuang, scholarship hunter! 🙂

 

Study Plan KGSP

안녕하세요~

Hello, pals, how are you?

During my stay in Korea, many people asked me about KGSP application, especially about what to write in study plan or future plan sections. It is actually something that you know very well but somehow difficult to make it as a plan or even how to start the essay. In my case, I also need to read almost all of the comments from a certain blog (made by Indonesian who already got KGSP scholarship) just to have an insight how to start the study plan. If I did not find it, perhaps I would just end up like SpongeBob and his essay.

the-spongebob-essay

So today I want to explain some tips about how to write study plan based on my experience. Please note that I will not share my own application because firstly it was my personal story and experience, and secondly because I do not want to limit your creativity and imagination in writing your own life plan.

  1. Divide your plan into terms, for example, you will be staying in Korea for 3 years, so you can make it as 6 school-terms plan. Create it as a bullet or numbered list because it will be easier to read, and do not forget to give emphasis for every plan that you think will have a great impact on your development during each term.
  2. Make it obvious and straight-forward. Do not make complex sentences in the application because it might be difficult for the interviewer to understand what you wrote.
  3. Show the connection between your study plan and your future plan. The study plan while living in Korea must be the foundation for what you want to achieve after finishing the study. It could be like joining some club activities or publish a journal and explain what impact they would have for the future.
  4. Do not forget that you will be staying to learn the language for 6 months or 1 year (depends on the Korean skills though), so you could also mention your eagerness to study Korean.

Well, for now, those all I could suggest for you about the study plan. If next time I had another tips or suggestion, I will add as a new post.

About the study plan, please make sure that you are really passionate about what you will do while staying in Korea or even in the future. I learned that in a few countries (usually far-far away from Korea), they have very low interest on KGSP, even only 2 persons applied and both of them get accepted (heard it from my fellow because it’s her own experience) and also their government even asked few students to accept the scholarship.

Okay, It might be a paradise for some of you who love Korea and are currently living in those countries, BUT for you who are living in Indonesia, or the other with high competition rate, you should show and prepare the very best of you. Because many people are also aiming for it, with all of them showing different educational background, experience, and also soft-skills.

The acceptance rate in Indonesia for my batch was 10/500, which means from 500 applications to the embassy, only 10 got the scholarship. But do not lose your hope before you face the battle itself. Fighting!

 

5 Tips for Future Plan (KGSP Application)

Future Plan

Hello all! Thanks for visiting my website. In this post, I provide some tips about how to write a Future Plan in KGSP application. I hope it could help you to have some ideas about what should be mentioned in the future plan.

Suggestion on how to write a future plan:

  1. Divide your plan into short term goal and long term goal. For example, the short-term goal could be your goals during 3 years period after obtaining your degree in Korea and the long term goal is what you will do after completing the short term goal.
  2. You should only mention what you truly want to do, and not because you think it will impress the interviewer. Because in the Embassy track interview test, one of the interviewers is a psychologist, therefore he/she would know if you are not telling the truth.
  3. It does not have to be something related to Korea or your home country. It is basically what you want in your life. The interviewer once said that they do not mind about what path you choose later because the scholarship does not require you to work in Korea or go back directly to your home country.
  4. It would be better if you could mention the reason behind your goal, such as personal experience or insight for a greater good. It will make the interviewer to have a better understanding for your passion or your dream, and why you really want to achieve those.
  5. Make it related to your study plan, because writing a completely contrary put no meaning for your study in Korea. For my case, I wrote in the study plan about how would I spent my 3 years in Korean to be a great scientist, therefore in my future plan, I mentioned my passion as a scientist and what I desire in the future while being a scientist.

Those are all that I could suggest for writing the Future plan for scholarship application, especially KGSP. If you have another suggestion or maybe a detailed question about the future plan, please mention in the comment section below. Thank you and Happy New Year 2017! 🙂

 

Tips to Get Scholarship

Hello, readers! From this third post onward, I’ll (try) to use English since the scholarship I’ve tried were all international or worldwide scale (except LPDP), therefore I hope it could help not only Indonesian people but also international applicants. So in my first post, there is list of scholarship which I’ve applied, i.e. AMASE, FAME, and MaMaSelf (three consortiums in Erasmus+ Joint Master Degree), KGSP, LPDP (Indonesian Government Scholarship for Indonesians), Fulbright, and AAS. If you don’t know what are these grants’ requirements are or which university is available for every scholarship, please kindly search it in google first. If you cannot find about your inquiry, therefore feel free to reach me via e-mail 🙂

For a broad view about Master Scholarship, they all took around half year for a full procedure of enrollment. Therefore, applicants need to be prepared whatever the results are, and do not just try one scholarship! You’ll lose many chances! In my case, I applied for the maximum of 3 consortiums in Erasmus+ Joint Master Degree, and KGSP and the other, all in half year. Yes, it took many efforts, but you could apply for more than 7 grants in that period of time if you are keen on receiving a scholarship. People would say that you are selfish to apply for many scholarships at once, but who knows about our luck or fate? I applied many scholarships to Europe but ended up in South Korea, and I still feel so grateful because I believe that this is my fate. I didn’t take any other applicants’ chance because I get accepted first in KGSP (after rejected by Erasmus+ and LPDP). If you already passed the last round of a scholarship and then still apply because you want to go to a certain country, that’s what we call selfish. But if you still haven’t heard the last results, you could apply as many grants as you could.

So in this post, I try to elaborate the basic requirement you have to do to apply for a scholarship. Confidently say that this will make you get accepted is just overboard. It just depends on each applicant’s effort, luck, and fate. So keep trying, who knows the next scholarship will be your chance! 🙂

  1. English: Learn hard, practice harder

Many applicants asked me whether they should speak English well to get a scholarship or so-so is enough. The answer is quite obvious; you need to practice good English as we need to pass the interview test, though there are some chances to get accepted even with Basic English. I suggest not to play with luck as we don’t know what is ahead, so better to prepare the best as you could.

Practicing good English doesn’t always require you to take extra paid-classes, for me I didn’t take any preparation class because it’s too expensive. Here are some short tips to improve your skill:

  • Love English, therefore you could learn it happily and make it faster to absorb every material.
  • Follow English learning page/account in social networking service (SNS) and read interesting English novel. If you don’t know the meaning, please be curious and look for it. The more you read, the faster you learn.
  • Listen to English song and try to sing it, or watch English movie with English subtitle. I even go to a karaoke days before my IELTS test and watch the entire Breaking Bad serials during my preparation period.
  • Challenge yourself to use English. Made an English speaking club. My friend came with this great idea to hold a colloquium meeting every week where we could present and discuss something scientific to improve our speaking ability (credit to Fauzin Naimah and all colloquium member group). Another option is to join free English speaking club, there are many right now.
  1. Keep good GPA

They are saying GPA is not everything. It’s not everything, but every scholarship requires good GPA! If you are aiming for a scholarship, maintaining good GPA is a must.

  1. Make good connections

If you meet people who are great at your fields, keep good relationships with them. At least, you know where to ask a question if you cannot find it in google. Usually, they also publish some articles about the scholarship they got, so stay updated.

  1. Have good relationship with Prof or Lecturer

From my personal experience, I really encountered great benefits by having good relationships with lecturers in my University (many of my friends also did this). We usually had more chance to join International Conferences held by the faculty or major, even escorted very important individuals in our field of study (including took photos and had dinner together). Hanging around the influential people such as your Prof/Lecturers or their connection will broaden your view about your future career. Even more, you could put that in CV as you’ve joined national or international event held by your institution.

  1. Try as many scholarships as you can

Scholarship application period is usually around the same time, so better to apply those at once. Please keep in mind that every scholarship usually requires 3-5 selection steps, and you could get rejected in every step. So take every chance that’s available for you.

  1. Ask for opinion

Are you currently preparing your motivation letter or study plan? Or even CV and resume? Ask the other opinion about what you write. They could give you the perspective of a reader and provide some suggestion. Do not be embarrassed to make mistake in front of those you ask for help. Great people are busy thinking about their next step, not yours.

  1. Be confident with the path you take

When I applied for scholarships that took almost 8 months after graduation, I felt terrible because many friends of mine already got their first job. This is the time when you put everything in line, like a gambling as you don’t know are you going to obtain the scholarship or not after a half year of waiting. If you really aiming for a scholarship, you should dedicate yourself to it. Because the time people get accepted for a job, in some cases they forget their ambition to continue study. So don’t be swayed by it, it is your life and you decide the future (note: this is high risk, please consider everything first and ask for parents’ permission…)

  1. Get rejected? Great experience!

I got rejected for 3 scholarships already before being admitted to KGSP. I realize that because our first application proposal won’t be that great to grab the reviewers’ attention. But as we keep revising the application proposal, it will get better. Also if you have the chance to have an interview, go for it. That’s a great experience. (Anyway, the quota for Erasmus+ Joint Master Degree is limited, I heard it was around 10 people from worldwide for each consortium per year).

  1. GOOGLE is the source for (almost) everything

If you are looking for a scholarship requirement or guidelines, please do not ask the scholars! It’s something that you could easily find in google. Please do not as if it’s difficult to get accepted because obviously, it is! All scholars were hugely disappointed and irritated every time someone asked them about that. If even something easy you do not put effort on it, how could you pass the selection? There are many people out there who try their best before asking for help, it shows their endurance and perseverance. We hope that you are one of them 🙂

  1. Tough competition, so try your best to grab the ticket

Are you feeling satisfied already by being number 1 in your class or get best GPA in your major? Are you satisfied because you could speak English better than your classmates? No, you should not. We live in the world full of competition. In Indonesian, we call this by: di atas awan, masih ada awan. Keep in mind that there are many other people better than you, therefore you need to constantly improve your skill and ability. They are also aiming for the same scholarship, so be prepared to have your best ammunition before coming to the battling arena.

thanks for reading 🙂

An Introduction

Life is a challenging journey in a stranger’s land. (Photo by Thomas Kelley on Unsplash)

Hello,

My name is Inna Yusnila Khairani. I came from a small city in Indonesia and was born in 1995.

This is my first time writing for this Blog, and yes – I am thrilled to see how will it go. As a normal person, leaving the comfort zone would never be a pleasure. But here I am now, trying for the first time to write a post and leaving my comfort zone is both exciting and uneasy. I was awoken by this amazing post from Medium.com, entitled: You Will Always Suck at What You Do, Until You Do This by Cammi Pham. Better check that out if you need some intriguing motivation to try something new.

I would not limit the topic that will be posted here, but these might illustrate what you’ll find:

  1. Scholarship – Right, a scholarship hunter! I’ve tried 7 Scholarship in half year, including Erasmus+ (3 Consortium), LPDP, KGSP, Fulbright, and AAS
  2. Life in the Republic of Korea (South Korea) – I get a scholarship for Master and will be living there for 3 years
  3. Language – Love language, no barrier to communication
  4. Indonesia – Home country, always stays in my heart
  5. Research, Chemistry, and Materials Science Engineering – Reseach anytime, forming hypotheses and testify it
  6. and some other else…

Hopefully, the stories here could give you information and motivation about the path of life you choose.