KUPAS TUNTAS GUIDELINES GKS 2019 – Part 1

Halo! Udah lama banget aku ngga nulis posting disini tentang KGSP, biasalah sibuk ngelab biar bisa lulus. 🤣

Nah kebetulan banget karena pendaftaran KGSP 2019 udah dibuka minggu lalu, aku kepikiran buat nulis “Kupas tuntas guidelines KGSP (GKS) 2019” untuk membantu teman2 semua yg ingin apply KGSP 2019 ini.

Tapi sebelum membaca postingan ini lebih lanjut, dimohon dengan sangat untuk teman2 sudah membaca guidelines resmi yang diterbitkan di website studyinkorea.go.kr atau di website embassy korea di jakarta. Aku yakin sih udah pada baca, karena mereka udah publish sejak semingguan lalu. Bahkan mungkin ada yg udah kirim dokumen juga ya kalo rajin banget 😄

buat jaga2 aja barangkali ada yg belum baca, saya attach disini ya untuk guidelines nya, bisa langsung download aja dengan klik link dropbox dibawah ini.

GKS 2019 Application Guidelines Complete

Aku juga udah upload informasi yang tercantum di website embassy korea di jakarta dan di website studyinkorea.go.kr, jadi insyaAllah lengkap. kalau ada yang terlewatkan, bisa tolong komen di bawah langsung ya.

Yang paling penting disini adalah, guidelines dan FAQ harus dibaca dengan sangat jelas dan hati2, baca berkali2 dan dipahami bahasa inggrisnya. karena kalo dibaca sekali aja sering kadang salah karena memang aturannya agak rumit.

aku akan mulai bahas dari dokumen pertama yaa.

1. Application Guidelines

 

I. Program Objectives

Dimulai dari halaman pertama file application guidelines 2019 ini, nama KGSP udah berubah officially jadi “Global Korea Scholarship” atau GKS ya, jadi jangan ngga salah tulis KGSP di form aplikasi kalian yaa. Jangan lupa dibaca juga program objective nya, dan sesuaikan antara motivasi kalian dengan objective program GKS ini. Ini cuma saran aja sih, karena seandainya kalian ingin memberi dana ke seseorang, pasti kalian juga lebih prefer untuk ngasih ke orang yg punya visi misi sama kayak kalian kan 😄

II. Expected Grantees and III. Available Universities and Fields of Study

Lalu untuk tahun ini Indonesia kebagian total 26 awardee, 12 dari Embassy Track, dan 14 dari University Track. Untuk embassy track, ngga ada perbedaan antara mendaftar ke univ secara general maupun univ regional (maksudnya univ yang berada di daerah2). Sedangkan kalau daftar melalui university track, quota nya akan dibedakan sebagai Type A univ (univ general) dan Type B (univ general + univ regional). Jadi untuk kuota indonesia kan dapet 14, itu dibedakan lagi jadi 10 untuk Type A + Type B, lalu 4 quota dikhususkan untuk aplicants yg mendaftar ke univ regional di kolom Type B, tapi pengkhususan ini cuma untuk yg daftar di natural science and engineering major ya.

Aplikasi untuk embassy track dikirim langsung ke Kedutaan Besar Republik Korea yg ada di jakarta ya. Sedangkan untuk University Track silakan dikirim langsung ke Univ yang kalian inginkan. Nah sejak setahun atau dua tahun lalu, Korea ngasih juga beasiswa untuk program research, jadi awardee yang dapet beasiswa ini bisa ngelakuin penelitian di Korea sesuai dengan research proposal yang diajukan oleh awardee sendiri (tapi harus sudah kontak dengan supervisor di univ di korea ya).

Untuk pilihan universitas, harus di Univ yang sudah ditentukan oleh program GKS ini ya, totalnya ada 67 universitas. Mereka juga menuliskan mengenai kemungkinan penyelenggaraan kelas menggunakan bahasa Korea (karena pada umumnya masih pake bahasa Korea) jadi sangat amat sangat disarankan untuk pendaftar ngecheck dulu ke univ yang diinginkan apakah mereka punya kelas dalam bahasa inggris. Udah ditulis ya disini, jadi jangan sampe saat udah diterima GKS malah ngeluh2 karena kelasnya pake bahasa korea 😅 ngecheknya dimana? silakan dicari di web nya dulu ya, bagian kurikulum. biasanya ada tulisannya apakah lecturenya pakai bahasa inggris atau korea. kalau ngga ada, silakan tanya ke departemen masing2 atau ke OIA di univ tersebut.

IV. Eligibility

  • Kewarganegaraan dan Usia

Persyaratan pendaftar KGSP adalah ngga boleh punya kewarganegaraan Korea, lalu ngga boleh berusia lebih dari 40 tahun ya. Untuk academic professor di bawah umur 45 tahun dari Indonesia masih boleh apply.

  • Degree

Degree requirement nya standar, untuk daftar doctoral harus punya ijazah master. Untuk daftar program master harus punya ijazah sarjana atau yg setara. Untuk research program harus punya ijazah master atau yg lebih tinggi dari master (tergantung daftar programnya yg mana), dan harus dapet invitation (undangan) dari salah satu univ yg ditunjuk oleh NIIED (67 univ tadi).

Untuk yg belum punya ijazah tapi udah jelas lulus sebelum agustus 2019, bisa daftar tapi harus submit sertifikat expected graduation saat apply. Lalu ijazahnya bisa di submit sebelum agustus 2019. Kalau setelah itu masih belum bisa melampirkan, maka akan didiskualifiaksi dari scholarship ini.

Untuk kalian yg sudah dapat gelar dari univ di korea, ngga boleh daftar program ini, kecuali mereka yg merupakan korean adoptees atau dulunya dapet GKS scholars juga (KGSP). Untuk mantan GKS Scholar, syarat tambahan adalah harus ke higher degree dibanding yg sudah diambil, dan nilai GPA nya harus lebih dari sama dengan 90%. Kalau dulu cuma exchange atau visit ke korea, masih boleh daftar karena tidak ada gelar lulus dari univ di korea.

  • IPK

Persyaratan IP (GPA) atau IPK (CGPA) adalah harus punya IPK lebih dari 2.64 dari skala 4.0, ATAU percentile score nya 80% ke atas (ini maksudnya kalau scale nya ngga tercantum di guidelines maka bisa mengikuti syarat percentile). Nilai percentile bisa dilihat di appendix guidelines ya. Syarat CGPA ini mutlak sifatnya, jadi kalau dibawah 2.64 akan langsung didiskualifikasi.

  • Kesehatan

Persyaratan kesehatannya adalah harus sehat jasmani dan rohani karena di Korea berat. Kalau gampang homesick atau susah jauh dari Indonesia, coba disiapin dulu mentalnya kalau harus ngga ketemu selama 1 tahun gimana. Atau semisal gampang stress, lebih baik jangan daftar karena Korea paling bisa bikin orang yg awalnya waras jadi stress 😂 (just kidding).

Personal medical assesment itu diisi sendiri ya, namanya juga personal assesment. nanti yg ke rumah sakit itu kalau udah lulus tahap 2 yg dari NIIED. Jadi di tahap awal ini ngga perlu ke RS. Kalau udah lulus tahap 2 tapi ternyata ada positif narkoba atau kena sakit yang parah banget ampe ngga bisa study di korea, maka awardee akan didiskualifikasi.

  • Yang ngga boleh daftar

Mereka yg sudah dapat gelar dari korea ngga boleh daftar ya. Dan yg udah pernah jadi GKS scholar tapi mengundurkan diri juga ngga boleh daftar. Terkecuali untuk yg resign karena ngga lulus topik 3, itu boleh daftar lagi dengan syarat punya topik 5 keatas.

  • Preference

Untuk yang punya language proficiency Korea (TOPIK) atau English (TOEFL, TOEIC, IELTS) lebih diutamakan ya. Selain itu ngga akan diterima, termasuk TOEFL ITP.

Ada preferensi juga untuk yg majornya natural science dan engineering. semisal ada dua kandidat dengan nilai sama, yg satunya dari MIPA dan satunya dari Humaniora, maka ada preference untuk pilih yg MIPA.

Mereka yg berasal dari keluarga dengan pendapatan rendah dan berasal dari daerah2 juga akan dapat preferensi.

V. Required Documents

Kalau yg ini insyaAllah sudah jelas ya dari table yg disajikan di guidelines. Semoga ngga ada yg nanya lagi apakah wajib menyerahkan sertifikat bahasa apa engga 😅

Note (WAJIB DIBACA):

  • Semua yg berbahasa selain inggris atau korea, wajib ditranslate dan dilegalisir oleh institusi yg membuat dokumen tersebut atau ke notaris. semisal akta kelahiran, bisa ditranslate di dispendukcapil dan dilegalisir disana langsung (bener ga ya? agak lupa), jadi ngga perlu dinotariskan. Kalau dokumennya di sworn translate karena institusi yg mengeluarkan ngga bisa menerjemahkan, berarti harus difotokopi dan dilegalisir oleh notaris.
  • Semua dokumen yg difotokopi harus dinotariskan ya. Saya kurang jelas juga apakah legalisir dari universitas sudah cukup apa belum, tapi kalau baca dari guidelines sepertinya harus notaris. saya dulu untuk jaga2 jadi dua cap, universitas dan notaris. tapi setahu saya notaris saya sudah cukup.
  • Dokumen ngga akan dikembalikan. jadi jangan submit yg asli ya.
  • Dokumen harus dimasukkan sesuai dengan urutan dari nomer satu yg paling depan, sesuai dengan checklist form nya. terus di tiap dokumen bagian pojok kanan atas ditulis nomer dan label nya, misal 9. Certificate of Bachelor’s Degree. Kalau di aturan embassy Korea di Indonesia, dokumen ngga boleh dimasukkan ke clear file (map plastik transparan) ya. dulu saya sih cuma beli label aja dan tulis tangan. Kalau ada yg mau di ketik juga jauh lebih baik. Ada teman saya yg ngeprint langsung di masing2 dokumennya, tapi katanya harus dicoba2 dulu supaya ngga ngeprint diatas informasi dokumen.
  • kalau belum lulus tapi sudah jelas akan lulus sebelum agustus 2019, boleh submit Certificate of Expected Graduation saat apply ya. Lalu ijazahnya tinggal di submit saat sudah dapat, sebelum 31 agustus 2019. yg perlu diperhatikan adalah, kalian harus tanya dulu ke jurusan apakah ijazahnya boleh dikirim ke korea apa engga. karena kasusnya teman saya anak UI, mereka harus pulang lagi ke indonesia dan ngambil langsung ijazahnya (waktu itu kalau ngga salah krn graduation di indonesianya setelah mereka berangkat ke korea).
  • Embassy track >>> harus kirim 1 set formulir aplikasi original, dan 4 recommendation letter. Tahun ini embassy tidak mensyaratkan 3 kopian dari application form
  • University track >>> harus kirim 1 set formulir aplikasi original.

Karena tiap program requirement nya beda, saya ngga bisa bahas satu2. tapi pada intinya yang harus dikumpulkan adalah:

  1. Form aplikasi >>> diketik dan pakai bahasa inggris. ngecheck nya pakai ya, bukan contreng.
  2. Personal statement >>> udah ada penjelasannya suruh nulis apa di personal statement. intinya motivasi daftar GKS, pengalaman kerja atau pendidikan yg berhubungan sm apply program ini, alasan belajar di korea, dan hal2 lain yg sekiranya bisa mendukung aplikasi kamu (semisal pernah ada pengalaman exchange, atau presentasi akademik, atau ikut suatu program). Jangan lupa dibaca perintah nya baik2 ya, misal harus single spacing dan cuma 1 halaman aja.
  3. Statement of purpose >>> isinya goal of study & study plan, dan future plan setelah lulus dari program GKS ini. In summary, kalau saya dulu bikin dengan penjabaran per semester (untuk study plan), sedangkan untuk future plan saya jabarkan secara short term dan long term. kalau yg ini sebenernya kreatifitas dari applicant aja jadi ngga harus juga dijabarkan seperti saya. Yang penting penyampaian nya mengena di hati reviewer aja hehe. Untuk statement of purpose ngga boleh lebih dari 2 halaman ya. Saya dulu hanya 1 halaman totalnya. Semakin panjang belum tentu semakin bagus, yg penting dapat point nya saja karena kalau kepanjangan nanti kasian yang baca 😅
  4. Research proposal >>> KHUSUS UNTUK YG DAFTAR RESEARCH PROGRAM. Ini saya juga kurang tau harus bagaimana menulisnya, tapi kira2 seperti nulis proposal saat skripsi dulu mungkin ya. Dan setahu saya yg ini harus sudah ada kontak dengan prof di Korea. Saya dulu pas apply AAS (australia) juga sistemnya adalah kontak prof dulu, nunggu dibales, trs tanya kira2 bisa penelitian tentang apa disana (atau kalau sudah riset ttg prof nya, berarti bisa langsung aja bilang mau penelitian tentang apa), lalu jika prof sudah setuju, baru coba dibikin. dan setelah selesai, kirim dulu balik ke prof untuk di check apakah sudah sesuai atau belum (dulu saya gitu sih). nah kalau sudah fiks semua baru bisa dimasukkan di form pendaftaran.
  5. Surat rekomendasi >>> DUA BIJI YA teman2, harus dari dua orang berbeda yang bisa menilai kemampuan akademik kalian. Saran saya sih supervisor skripsi (DPS) dan supervisior akademik (DPA). Syarat ini agak ribet menurut saya karena tiap pemberi rekomendasi harus ngeprint dan fotokopi 3 kali, dan ditandatangani satu2 suratnya (total berarti ada 4 copies ya, 1 original hasil print2an dan 3 fotokopian). lalu suratnya dimasukkin ke official envelope (dulu saya engga, sepertinya ini aturan baru. official envelope mungkin bisa minta ke jurusan kali ya), dan ditandatanganin di bagian belakang (batasan flap nya, jadi ketahuan kalau dibuka apa engga). Jangan lupa suruh ditandatanganin ya, nanti ngga diterima.
  6. Letter of Invitation >>> KHUSUS RESEARCH PROGRAM. ini bisa minta diisi oleh petugas atau supervisor di departemen atau universitas yang kalian tuju. Jadi kalau research program emang wajib ngontak supervisor di korea ya teman2.
  7. GKS Applicant Agreement >>> surat kontrak, dibaca baik2 ya supaya ngga ada masalah saat di Korea. salah2 bisa di keluarin dari program GKS lho teman2.
  8. Personal medical assesment >>> isinya tentang pernyataan secara pribadi tentang kesehatan anda dan penyakit2 yang pernah diderita. ngga perlu ke dokter ya untuk mengisi ini, sudah jelas di penjelasannya.
  9. Ijazah S1 >>> Original ya teman2. Ini bukan berarti ngirim asli, cukup difotokopi lalu dinotariskan. Kalau ngirim asli nanti ngga balik ijazahnya 😂
  10. Transkrip S1 >>> Original juga.
  11. Ijazah S2 >>> untuk program doctoral dan research. Original.
  12. Transkrip S2 >>> untuk program doctoral dan research. Original.
  13. Ijazah S3 >>> khusus program research yg postdoctoral. Original.
  14. Transcript S3 >>> khusus program research yg postdoctoral. Original.
  15. Sertifikat kerja >>> khusus program research yg postdoctoral. Original.
  16. Proof of citizenship >>> bisa passport atau akta lahir, bahasa inggris ya. untuk akta bhs inggris bisa minta ke dinas kependudukan dan pencatatan sipil di kota anda.
  17. Proof of parent’s citizenship >>> Kartu Keluarga yg sudah di translate ke bahasa inggris, difotokopi, lalu dilegalisir oleh notaris. Kalau bisa ngga perlu KTP, karena kalau KTP kan berarti harus translate 2 document KTP jadinya akan lebih mahal.
  18. Proof of Overseas Korean Document >>> khusus overseas Korean
  19. Proof of Korean Citizenship Renunciation Document >>> khusus yg dulu pernah jadi orang Korea
  20. Proof of Korean Adoptee Document >>> khusus orang korea yg diadopsi di luar negeri
  21. Sertifikat TOPIK >>> hanya opsional, ngga wajib disertakan, tapi kalau punya akan menambah nilai. Harus yg masih valid ya.
  22. Sertifikat Bahasa Inggris >>> hanya opsional, ngga wajib disertakan, tapi kalau punya akan menambah nilai. Harus yg masih valid ya. hanya bisa IELTS, TOEFL, atau TOEIC. tidak menerima TOEFL ITP atau test2 prediksi lainnya.
  23. Publikasi, research paper, dkk >>> buat yg pernah publikasi, bisa dimasukkan di section ini. saya dulu masukkan abstract skripsi saya dan juga poster presentation dalam bentuk print A4 berwarna.
  24. Awards >>> kalau yg pernah dapat penghargaan yg sekiranya mendukung aplikasi kalian, maka bisa disertakan. semisal ndaftar program engineering tapi dapet award di bidang fotografi? terserah aja, asal bisa dijelaskan relasi award itu terhadap study kalian di engineering kelak. Misal pernah ikut PKM dan sampai dapat penghargaan, maka bisa dimasukkan juga.
  25. Passport copies >>> setelah lulus tahap 2
  26. Medical examination >>> setelah lulus tahap 2. Ini agak merogoh kocek ya teman2, saya dulu habis 1.5 juta sepertinya untuk ini saja. (masih belum ditambah test bahasa inggris dan legalisir dokumen yg banyak banget 😭)

saya tulis sampai segini dulu ya, insyaAllah besok lanjut lagi. Ini saya post terlebih dahulu supaya bisa dibaca2 dulu^^

 

 

 

 

 

Weekly Post Challenge

Hello, everyone!

It feels like years since the last time I wrote an article here hahaha, sorry for the long wait! I actually want to write a looooot of things that have happened to me since I enrolled at SNU, there were ups and downs, joy and bitterness, therefore, I came up with the idea of weekly post challenge, to cover all of those unforgettable stories I have while residing in Korea!

But before that, I need to make sure all of my beloved readers would read this short notice (important part in bold).

I spend about one hour to reply around 10 comments because I really want to elaborate everything that I know in detail. Therefore, I really appreciate if readers would take more time to read the other comments (and of course my answers) before asking a question.

No, it does not mean I do not like you people asking me, I actually feel motivated to continue working on the website because of the comments you leave, but it is kinda sad if the efforts I worked on answering the comment are buried because no one takes a second look. I would really appreciate if you ask by replying to the comment which is related to your question, therefore it will be easier for me to help you solve the issue 🙂 If you have tried to read the comment and cannot find one which is related, feel free to leave a new comment!

Oh also, I would really appreciate if you leave the comment in a bulleted form, thus I can grasp the question well 🙂

second notice…

I deactivated my IG, hahaha. Although it is only temporary because I might need it later, it was kinda a good decision at this moment. Because before I deactivated my IG, I spent hours on it every day without realizing that I could have written something helpful about pursuing scholarships or studying abroad in this website. This made me really disappointed in myself! 😞 

Therefore, I temporarily deactivated my IG and am trying to be more productive by writing more. I got this motivation especially after listening to a talk by Pak Cah, author of Wonderful Family, as I asked him a question how to get the motivation to write (I might write a post about his talk). And he answered something like “set your priority right”.

So, yes, I want to prioritize writing on my website more. Specifically saying, I am resolved to post weekly article since this month. Please kindly let me know if you have any particular story in your mind, I would greatly appreciate it 😊 And I also want to hear your opinion, whether it would be better to write in English or in Indonesian. Thanks before 🙂

Third, for those who celebrate Ramadhan…

In less than 2 weeks we will have this month full of blessings, I am so happy to welcome this beautiful month! I really hope we can spend this year Ramadhan well, wherever you are! Because it is indeed more challenging if you are living in a country with Muslim as a minority. Generally speaking, people will start to question your motivation for fasting, and you need to commute for a longer distance to reach the Mosque, then do the taraweeh prayer at around 9:30 pm, and more importantly, we do not have our family to break the fasting with or eating sahoor together. but it is okay! this is the beauty of Ramadhan, we will appreciate more all of those time we had, and appreciate the time that God still gives us till now. Happy Ramadhan!

Fourth and last…

I am having two exams on this week and next week, and they did make me freaked out a little bit because this one subject is about Transmission Electron Microscope. It deals a lot with math and physics in which I do not have strong backgrounds. And another subject is about Nanomaterials, where I need to present a kind of research proposal or research progress. But up until now, I have not really decided on my topic yet because of some circumstances, therefore I hope you could wish me luck with my research! Oh, anyway, I would love to write some articles about my academic life, including lectures and research progress on this website. Please kindly let me know if you are interested!

That is all the post for this week! Starting today, I will post at least one article every week. The topic will be random, but if you have a certain topic that you wanna read, please leave a comment below!

Thank you for reading, and have a great day (or rest)!

 

SNU Dormitory, Sunday 6th May 2018.

 

 

ps. yesterday was Children Day in Korea. but because it was on Saturday, the government decided to make this Monday as a holiday too. That’s why I am up till this late 😆 (currently at 12:08 am)

pps. I spent 2 hours on this short notice! that’s a pretty long time. But I heard that writing skills can be improved by writing more, so I am looking forward to it!

 

How I Met My Supervisor (HIMMS): Part 2

I will continue the story with the last part of How I Met My Supervisor. I hope I could still elaborate it well because it has been so long since it happened 🤔

I was both happy and anxious at the same time when I heard that the department already assigned me with a laboratory; happy because I got a laboratory, but anxious because of the spin dynamics things.

After my friend and I heard that we got our laboratory already, we went outside of the department because nevertheless, we could not meet our supervisor that day. So we went to the student center to look around and took a photo. Then we went on our separate way.

That was when suddenly I got an email from the professor.

In the email, the professor said that he wanted to meet me on Monday. But at that time I would have been in Daejeon so I asked him whether we could make the meeting sooner, like on Saturday or Sunday (it was Friday, by the way). And he said OK to meet on Saturday 😊

I was actually feeling guilty because that weekend was supposed to be my holiday with my KGSP friends (Gita, Ana, and Bobby) but I had to meet my supervisor because that would be the last chance during the week. Fortunately, my friends understood and were even being so considerate by pushing back our traveling schedule, oh I love them so much!

So the next day, after I visit the Line Store in Myeongdong with my friends, I said goodbye and headed to SNU. On the way there, I spared some time to eat nearby the Nakseongdae Station and bought some bread for the supervisor. It would be my first time meeting him so I really did not want to make any bad impression. Then I got an email from him that I could just call him when I had arrived in SNU, and I replied with an OK then I rode the bus to SNU.

Well, unfortunately, bad things happened. I forgot that I ran out of phone balance so I could not place a call to tell my supervisor that I have already arrived at SNU. I was thinking that I could make a transfer from Woori bank with my Hana bank account but turned out that it was impossible (perhaps because the ATM machine did not support all card or something). So I was a little bit panicking and sent an email to him telling that I already arrived in SNU but I did not have any phone balance.

So instead of waiting outside of the building, I just went inside and rushed to his office. I knocked several times but there was no answer! 😨 Then while sending another email to him, I waited for several minutes but still, there was no reply…

So I went to the administration office, hoping that perhaps it would be opened even if it was Saturday. When I reached the floor, I suddenly met a man on his 30s or 40s and without thinking, I threw a question whether he knew where would my Professor be (I said my Prof’s name). And turned out that he was my supervisor! Woaa I was so relieved that I finally met him!

He gave me a Callister book! The Holy book of Materials Science Engineering. The price is 90.000 won and just gave me the book saying it was a present for me.

He welcomed me with such warm manners as he talked a lot during our way to the office. I did not feel any awkward moments or feeling anxious while around him, I guess because he was open to speaking about anything, even about his family; he is married with 3 children.

And after a little bit of chit-chat about some casual stuff, he told me about the research topic. He said that when the department received my application, he read about the nanomaterials so he chose me. Because he wanted to do research about nanoparticles especially about nano magnetic so he thought it might be suitable for me. I was so happy when I knew that he considered about that thing! Since I thought that he might ask me to do about spin dynamics or something that would be totally new for me. And also I am pretty interested in nano magnetic as they have broad range of application, thank God 😌

After some times had passed, suddenly we heard the knocking sound. They were my laboratory senior! When I first saw them, I was actually mesmerized by their appearance! Well actually I was thinking that SNU students might look nerdy or too serious, but they dressed really well and had good appearances, so pretty and handsome, kkk.

The professor introduced me to them and he asked them to help me about anything (because I was new here). The prof later gave me a book (Materials Science and Engineering by Callister) and then asked my seniors to take me to the laboratory and introduce me to the other lab mates.

The laboratory is located in the building number 37 and it has many instruments which were new to me. Several times, the senior said that I must have tried this or that instruments but innocently I just said I have not used any of those instruments (well that is the truth). But fortunately, he was okay with that and just told me that someone would teach me.

After the lab tour, the senior took me to a cafe nearby the department to grab some beverages. I think it is a culture here to welcome someone, so I happily followed them and grab a cup of juice. I thought after that we would separate our way but turned out that they asked me to sit down again in the student center. Woa I felt so welcomed, they were so nice.

We chit-chatted about so many stuff and I even asked them whether it was difficult to study in SNU. And they said yes without thinking, lol. I was not surprised though because I also expected it to be difficult (already heard a lot about SNU…). I need to be brave because I already took this path of living 😂

We ended the meet up after several minutes of chatting and said goodbye in front of the students center. I really hope that I will get along well with all lab members there ❤️

 

Thank you for reading this article!

 

Seoul National University Dormitory Bld. 902,

10:15 p.m. 29th of August 2017

Early of Autumn (it is cold already)

Inna YK

FAQ KGSP Part 1

Halo,

Kali ini saya akan menjabarkan mengenai FAQ KGSP yang telah ditanyakan oleh teman-teman semuanya. Karena mostly orang Indonesia, jadi postingan ini akan menggunakan bahasa Indonesia. Saya akan jabarkan dalam bentuk poin-poin sehingga lebih mudah dibaca 🙂

  1. Q: Bagaimana cara mendaftar KGSP Graduate?

A: KGSP ada dua track/jalur, pertama Embassy, kedua via University. Untuk Embassy, silakan buka website embassy Korea Selatan di Indonesia, dan klik bagian Pengumuman Kedubes. Kalau pendaftaran via embassy sudah dibuka, akan ada pengumuman disitu. Untuk melihat guideline tahun lalu, silakan cari post nomer 231 dengan judul: 2016 KGSP-Graduate Degree Scholarship.

Link: http://idn.mofa.go.kr/worldlanguage/asia/idn/mission/notice/index.jsp

Ada juga yang prefer untuk buka via www.studyinkorea.go.kr dan buka bagian Scholarship >> KGSP. Infonya cukup jelas juga disitu. Tapi jika bukan periode pendaftaran, maka tidak ada link yang bisa diakses untuk download guidelines.

Link: http://studyinkorea.go.kr/en/sub/gks/allnew_invite.do

2. Q: Apakah sertifikat bahasa itu penting?

A: Pertanyaan tricky, tapi jawabannya sertifikat bahasa itu: penting nggak penting. Karena memang saat saya apply, tidak dipersyaratkan untuk mencantumkan sertifikat bahasa. Namun memang menurut saya, bisa jadi nilai tambah, jadi kalau kalian sudah punya, kirimkan saja. 🙂

Saya pribadi akan mencantumkan karena itu merupakan bukti tingkat kemampuan bahasa Inggris/Korea kita. Karena tahap embassy persaingannya lumayan ketat, jadi sewajarnya penyeleksi akan memilih berdasarkan dokumen yang diinput, semakin baik akan semakin besar chance untuk ke tahap interview.

3. Q: Seberapa besar peluang saya diterima?

A: Pertanyaan tersulit, saya tidak akan pernah bisa menjawab karena hanya kalian sendiri yang tahu 🙂

Saat saya apply pun, saya tidak ada bayangan sama sekali akan diterima atau tidak, karena saya tidak tahu kualifikasi saingan saat itu seperti apa. Daripada berpikir mengenai peluang, lebih baik mempersiapkan yang terbaik. Jangan berpikir kegagalan saat belum berperang. 🙂

4. Q: Dokumennya kalau bahasa Indonesia bagaimana mengurusnya?

A: Ini paling sering ditanyakan, hehe. Jadi untuk dokumen, pada intinya semua harus bahasa inggris/korea dan wajib disahkan oleh notaris. Jadi kriterianya begini:

  • Dokumen bahasa Indonesia: silakan translate dulu ke institusi yang bersangkutan (Univ atau Capil). Jika institusi tersebut tidak menyediakan jasa translate, silakan dibawa ke sworn translator. Setelah ditranslate oleh penerjemah tersumpah, dokumen difotokopi dan disahkan oleh notaris.
  • Dokumen sudah bahasa Inggris atau Korea: Cukup difotokopi dan dibawa ke notaris untuk disahkan.

5. Q: Jurusan ABC bagusnya di Universitas mana ya?

A: Silakan buka website-website yang menawarkan ranking universitas dari seluruh dunia. Lalu pilih major yang kalian inginkan, dan filter/saring untuk negara korea saja. Setelah itu, silakan buka masing-masing web universitas yang kalian inginkan, dan coba bandingkan topik risetnya dan dosen pembimbing penelitian. Biasanya untuk mahasiswa S2, mereka lebih mementingkan topik riset/supervisor daripada hanya berdasar ranking universitas.

Itu adalah part 1 untuk FAQ KGSP. Kalau ada yang ingin ditanyakan, silakan komen dibawah ya. Selamat berjuang, scholarship hunter! 🙂

 

KGSP: Pengalaman Pribadi

Halo pemburu beasiswa! Akhirnya aku ada kesempatan (dan keinginan) untuk menuliskan pengalaman selama mengajukan beasiswa KGSP nih. Sebenernya udah banyak artikel yang membahas mengenai tata cara pendaftaran KGSP, tapi demi memberikan gambaran selengkap mungkin bagi para pemburu beasiswa, aku ingin memberikan secuplik pengalaman selama mendaftar. FYI, artikel yang ini fokus pada pengalaman pribadi, dan bukan berisi informasi mengenai tata cara pendaftaran dsb. InsyaAllah artikel lain segera menyusul 🙂

Periode Pendaftaran

Sedikit cerita, setelah lulus pada bulan November 2015, aku buru-buru memfokuskan diri untuk mendaftar beasiswa. Tujuan utama saya adalah Jerman, luasannya adalah Eropa. Maka dari itu saya mendaftar beasiswa Action 1 Erasmus+ di 3 konsorsium berbeda (akan segera ditulis).

Pada akhir Februari itu, aku menunggu wawancara dari konsorsium FAME yang udah dijadwalkan seminggu sebelumnya. Namun, satu jam setelah waktu janjian, interviewer belum menghubungi via Skype. Dengan galau, aku pikir beliau membatalkan secara spihak (fyi, interview sudah gagal 2x karena cuaca buruk di Perancis).

Karena timbul perasaan “kepepet” dan ngebet tahun 2016 harus berangkat master, aku langsung ngebut membuat aplikasi utk KGSP. Beasiswa ini udah sempat di-list tahun lalu, tapi terpikir untuk mendaftar setelah insiden wawancara yg gagal. Walhasil dengan waktu yg mepet sekitar 1,5 minggu dari deadline, saya langsung cus nyiapin semua dokumen. Alhamdulillah karena sudah 3x apply beasiswa, dokumen saya langsung lengkap dan menulis motivasi, rencana studi, dkk saya selesaikan dalam 3-5 jam (pakai template beasiswa sebelumnya :p).

Banyak orang yg persiapannya matang bisa memilih antara mendaftar melalui Univ atau Embassy Track. Waktu itu aku langsung ambil embassy karena belum sempat kontak dengan prof di Korea, dan waktu yg tidak cukup untuk mengirim dokumen. Selain itu di Embassy track, pendaftar bs memilih hingga 3 univ, yg berarti peluang diterima lebih besar. Berkas kemudian aku kirim ke Embassy di Jakarta setelah mendapat surat rekomendasi dari supervisor saya di Jogja sekitar awal Maret 2016. Sisanya tinggal menunggu hasil apakah diundang untuk wawancara di Embassy.

Sekitar 1 bulan kemudian saat saya sedang di Sekretariat SBC (sbg volunteer), Ms. Lee dari embassy menelpon saya dan memberikan undangan wawancara seminggu kemudian. Ia mengingatkan untuk membawa beberapa berkas yang dirasa kurang saat administrasi (dokumen wajib dicap notaris dan diterjemahkan tersumpah). Alhasil saya langsung memesan tiket kereta sebelum harganya semakin mahal, hahaha.

Proses wawancara

Selama perjalanan Solo – Jakarta, saya latihan wawancara dengan sahabat saya yg turut menemani ke Jakarta. Salah satu pertanyaan yang diajukannya adalah: “Mengapa mendaftar KGSP padahal sebelumnya kamu les bhs jerman dan mendaftar beasiswa ke Eropa?

Jawabanku saat itu agak belepotan. Kemudian dibantu teman saya, kami sampai pada suatu jawaban:”Asal negara tersebut mendukung penuh perkembangan science dan teknologi, maka saya sangat willing untuk melanjutkan master disana.”

Demi tiket murah, kami sampai di Stasiun PSE pada pkl. 1 am. Saya pikir kami bisa menunggu dan bersiap-siap di Sta. PSE, tapi kenyataannya adalah banyak orang berpikiran sama! Ya ampun, saat itu sangat ramai hingga kami bingung mencari tempat kosong. Lebih buruknya, kamar mandi baru dibuka jam 4 pagi. Namun alhamdulillah, ada seorang nenek memberikan sebagian korannya untuk kami, jadi 2 jam akhirnya ngemper di depan alfamart PSE. Akibat ngantuk tak tertahankan, akhirnya kami keluar dr stasiun dan pindah ke Dunkin Donut.

Sesampainya di depan Embassy (naik GrabCar dan kena tilang karena nerabas jalan verboden), saya dan teman saya segera berjalan ke pos satpam. Tiba-tiba sahabat saya diusir keluar dan tidak boleh masuk! “Gila, terus dia nunggu dimana dong ya ampun!” hanya itu yg terbesit dipikiran saya, hahaha. Untungnya dia punya semacam headquarter-nya shg saya bisa wawancara dengan sedikit tenang. Jadi buat kalian yg sampai tahap wawancara, jangan bawa teman ke embassy yaa.

Sewaktu masuk ke ruangan tunggu, sudah ada 4 orang lain di dalam; ada yang pendiam, ada yg cheerful, ada yg pemalu, ada yg kayak putri Solo (suaranya lembuut banget). Kami bergiliran untuk mengenalkan diri dan saling share mengenai Korea. Total di ruangan ada 18 orang untuk kloter pagi, dan 12 orang di kloter siang. Keseluruhan pendaftar jalur ini adalah 479 orang (dilihat dari website embassy).

Singkat cerita, nama saya dipanggil setelah sekian lama (urutan 16 atau 17). Proses interview untuk saya dalam bahasa inggris. Namun beberapa teman ada yang ditanyakan dalam English+Indo, English+Indo+Korea, Indo saja, dan bahkan Korea saja. Jadi jika kalian sudah punya kemampuan bahasa korea, besar kemungkinan untuk ditanya dalam bahasa korea. Untuk kemampuan bahasa ini, sangat disarankan untuk menguasai speaking bahasa inggris dengan baik.

Berikut adalah cuplikan pembicaraan yang saya ingat di dalam ruang wawancara:

  1. Interviewer (3 orang) memperkenalkan diri, dan sedikit berbasa-basi mengenai diri saya. Waktu itu salah seorang bilang: “Wajahmu sangat familiar, apakah kita pernah bertemu?” yah intinya, mereka mencairkan suasana supaya saya tidak tegang. Jarak meja sekitar 3 m, dan meja diletakkan di depan interviewer. Jd seluruh postur saat wawancara akan terlihat.
  2. Pertanyaan inti langsung ditanyakan begitu selesai basa-basi. Seorang langsung menanyai saya:”Wah, univ yang kamu daftar bagus-bagus. Tapi kenapa kamu ambil material science?” jadi yg harus dipersiapkan adalah alasan major yg kalian ambil. Jujur aja, ngga perlu bertele-tele untuk mengembangkan indonesia kalo memang bukan itu alasan kalian. Waktu itu aku jawab intinya krn passion thdp perkembangan ilmu material. Jawabanku saat itu tidak terlalu mengesankan, ekspresi wajah mereka terlihat tidak tertarik, hahaha.
  3. Pertanyaan selanjutnya:”kamu dulu dari Kimia, kenapa pindah ke material?” yak, ini adalah pertanyaan umum untuk pendaftar yang cross-major, jadi harus dipersiapkan baik-baik. Intinya aku jawab kalau memang dari awal kuliah saya ambil minat material chemistry, jadi dibilang cross juga engga, karena materi kuliahnya sama. Bahkan UG thesis saya mengenai material chemistry.” Mereka angguk-angguk aja.
  4. “Kamu tau, aku sangat tertarik dengan study plan kamu yang sangat berbeda dari pendaftar lain. Kamu jujur mengutarakan ini itu, dan tidak menuliskan untuk bekerja sebagai A, ataupun menyebutkan untuk mengabdi pada negaramu.” Waktu itu aku mau jawab, tapi beliau lanjut ngomong lagi.

“Well, ini bukan berarti kami tidak terima krn study-planmu sangat berbeda. Bahkan kami sangat apresiasi perbedaan pemikiran ini, sangat unik. Coba tolong ceritakan mengapa kamu ingin menjadi B, dan bukan A? Ingat, menolak menjadi A tidak akan membuatmu gagal.”

Untuk pertanyaan ini, saya menjawab: Saya ingin mencicipi dunia profesional. Karena saat di dunia perkuliahan, mahasiswa hanya dihadapkan pada hal teoritis (seperti yg saya alami selama di UG) yang mana sangat tidak realistis. Kehidupan di dunia kerja sangatlah berbeda, sehingga saya juga ingin hidup dalam realitas, dan bukan teori belaka.

“Ya, aku paham itu. Jadi intinya kamu ingin bangun dan merasakan realitas yang terjadi sesungguhnya, dan bukan hanya teori?”

Tepat sekali, saya ingin memiliki lebih banyak pengalaman terlebih dahulu saat menjadi B, dan caranya adalah dengan bekerja di X, Y, atau Z. tapi ini bukan berarti saya tidak ingin mengabdi ke Indonesia. Beberapa tahun setelah mencari pengalaman, saya akan kembali ke Indonesia dan mengabdikan diri. Karena saya telah belajar secara profesional (bukan hanya teori), akan lebih mudah bagi saya untuk menerapkannya di Indonesia.

Jawaban saya ini membuat interviewer senyum-senyum :p

  1. Pertanyaan selanjutnya:”Kamu sudah pernah ke negara mana aja?”

Jawabanku:”tahun 2009, saya mengikuti semacam Youth Science Jamboree di Singapore. Di sana saya dikenalkan pada dunia science, seperti mengunjungi Museum The Body World, Waste Water Management milik Singapore, dan juga Science Center Museum. Hal lain seperti ke Sentosa Island dan menonton Song of the Sea, hehehe.” Penanya-nya ikutan ketawa.

“yang kedua, bulan agustus tahun lalu, saya diajak oleh dosen saya untuk presentasi poster di Australia, conference-nya bernama IMMS 9. Saya mempresentasikan karya tugas akhir saya, dan semuanya disupport oleh supervisor.”

  1. “Apakah sedang atau sudah mendaftar beasiswa lain?”

Jawabanku: saya telah mendaftar beasiswa Erasmus Mundus untuk ke Eropa. (lalu penjelasan sedikit mengenai konsorsium). Namun saya tidak diterima di beasiswa tersebut. Hehe

“It’s no problem. Tapi sebenarnya kamu mau kemana? Kayaknya kamu pengen ke eropa ya? Kenapa malah daftar ini?”

Jawabanku: saya tidak pernah membatasi negara mana yang saya tuju. Asalkan negara tersebut mendukung tinggi perkembangan sains dan teknologi, maka saya akan belajar di situ. Jadi mau itu di Jerman, di US, maupun di Korea, itu akan sama saja karena semuanya sangat supportive terhadap sains dan teknologi.

  1. Penutup: interviewer bilang padaku:”Oke, jadi intinya kamu mau melanjutkan master di materials Science di negara manapun yg supportive ya? Oke, InsyaAllah.”

Waktu itu aku bingung karena pengucapan insyaAllah nya tidak sejelas orang indonesia. Kalo ada yg pernah lihat DoTS dimana Joongki bilang InsyaAllah, nah itu sama persis. Akhirnya interviewer yg dari indo membetulkan pengucapan dan semuanya ketawa, gitu. Hahaha.

Wawancara berlangsung cepat, sekitar 30 – 60 menit. Saat itu aku diinterview selama 45 menit, tapi rasanya seperti 10 menit karena interviewer supportive dan easy-going (bahkan ke semua pendaftar). Untuk cara menjawab, usahakan selalu yakin dan menatap mata interviewer. Saat pertanyaan pertama, aku agak kaget krn sangat to the point, jadi terlihat nggak meyakinkan. Apapun jawaban kalian tidak ada yg salah, jadi pede aja 🙂

List pertanyaan yang diatas sepertinya belum lengkap, tapi InsyaAllah semua pertanyaan penting sudah disebutkan. Ini adalah beberapa pertanyaan yang ditanyakan kepada teman-teman saya:

  1. Mengapa memilih Korea?
  2. Mengapa pilih Univ A, B, dan C?
  3. Mengapa ingin berprofesi jadi A?
  4. Bagaimana pendapatmu tentang TKI di Korea?
  5. Apa yang mau kamu berikan ke Indonesia?
  6. Hidup di Korea itu berat lho. Kamu yakin bisa bertahan disana? Bagaimana?
  7. Apa yang kamu lakukan setelah lulus?

 

Terima kasih telah membaca 🙂