KUPAS TUNTAS GUIDELINES GKS 2019 – Part 1

Halo! Udah lama banget aku ngga nulis posting disini tentang KGSP, biasalah sibuk ngelab biar bisa lulus. 🤣

Nah kebetulan banget karena pendaftaran KGSP 2019 udah dibuka minggu lalu, aku kepikiran buat nulis “Kupas tuntas guidelines KGSP (GKS) 2019” untuk membantu teman2 semua yg ingin apply KGSP 2019 ini.

Tapi sebelum membaca postingan ini lebih lanjut, dimohon dengan sangat untuk teman2 sudah membaca guidelines resmi yang diterbitkan di website studyinkorea.go.kr atau di website embassy korea di jakarta. Aku yakin sih udah pada baca, karena mereka udah publish sejak semingguan lalu. Bahkan mungkin ada yg udah kirim dokumen juga ya kalo rajin banget 😄

buat jaga2 aja barangkali ada yg belum baca, saya attach disini ya untuk guidelines nya, bisa langsung download aja dengan klik link dropbox dibawah ini.

GKS 2019 Application Guidelines Complete

Aku juga udah upload informasi yang tercantum di website embassy korea di jakarta dan di website studyinkorea.go.kr, jadi insyaAllah lengkap. kalau ada yang terlewatkan, bisa tolong komen di bawah langsung ya.

Yang paling penting disini adalah, guidelines dan FAQ harus dibaca dengan sangat jelas dan hati2, baca berkali2 dan dipahami bahasa inggrisnya. karena kalo dibaca sekali aja sering kadang salah karena memang aturannya agak rumit.

aku akan mulai bahas dari dokumen pertama yaa.

1. Application Guidelines

 

I. Program Objectives

Dimulai dari halaman pertama file application guidelines 2019 ini, nama KGSP udah berubah officially jadi “Global Korea Scholarship” atau GKS ya, jadi jangan ngga salah tulis KGSP di form aplikasi kalian yaa. Jangan lupa dibaca juga program objective nya, dan sesuaikan antara motivasi kalian dengan objective program GKS ini. Ini cuma saran aja sih, karena seandainya kalian ingin memberi dana ke seseorang, pasti kalian juga lebih prefer untuk ngasih ke orang yg punya visi misi sama kayak kalian kan 😄

II. Expected Grantees and III. Available Universities and Fields of Study

Lalu untuk tahun ini Indonesia kebagian total 26 awardee, 12 dari Embassy Track, dan 14 dari University Track. Untuk embassy track, ngga ada perbedaan antara mendaftar ke univ secara general maupun univ regional (maksudnya univ yang berada di daerah2). Sedangkan kalau daftar melalui university track, quota nya akan dibedakan sebagai Type A univ (univ general) dan Type B (univ general + univ regional). Jadi untuk kuota indonesia kan dapet 14, itu dibedakan lagi jadi 10 untuk Type A + Type B, lalu 4 quota dikhususkan untuk aplicants yg mendaftar ke univ regional di kolom Type B, tapi pengkhususan ini cuma untuk yg daftar di natural science and engineering major ya.

Aplikasi untuk embassy track dikirim langsung ke Kedutaan Besar Republik Korea yg ada di jakarta ya. Sedangkan untuk University Track silakan dikirim langsung ke Univ yang kalian inginkan. Nah sejak setahun atau dua tahun lalu, Korea ngasih juga beasiswa untuk program research, jadi awardee yang dapet beasiswa ini bisa ngelakuin penelitian di Korea sesuai dengan research proposal yang diajukan oleh awardee sendiri (tapi harus sudah kontak dengan supervisor di univ di korea ya).

Untuk pilihan universitas, harus di Univ yang sudah ditentukan oleh program GKS ini ya, totalnya ada 67 universitas. Mereka juga menuliskan mengenai kemungkinan penyelenggaraan kelas menggunakan bahasa Korea (karena pada umumnya masih pake bahasa Korea) jadi sangat amat sangat disarankan untuk pendaftar ngecheck dulu ke univ yang diinginkan apakah mereka punya kelas dalam bahasa inggris. Udah ditulis ya disini, jadi jangan sampe saat udah diterima GKS malah ngeluh2 karena kelasnya pake bahasa korea 😅 ngecheknya dimana? silakan dicari di web nya dulu ya, bagian kurikulum. biasanya ada tulisannya apakah lecturenya pakai bahasa inggris atau korea. kalau ngga ada, silakan tanya ke departemen masing2 atau ke OIA di univ tersebut.

IV. Eligibility

  • Kewarganegaraan dan Usia

Persyaratan pendaftar KGSP adalah ngga boleh punya kewarganegaraan Korea, lalu ngga boleh berusia lebih dari 40 tahun ya. Untuk academic professor di bawah umur 45 tahun dari Indonesia masih boleh apply.

  • Degree

Degree requirement nya standar, untuk daftar doctoral harus punya ijazah master. Untuk daftar program master harus punya ijazah sarjana atau yg setara. Untuk research program harus punya ijazah master atau yg lebih tinggi dari master (tergantung daftar programnya yg mana), dan harus dapet invitation (undangan) dari salah satu univ yg ditunjuk oleh NIIED (67 univ tadi).

Untuk yg belum punya ijazah tapi udah jelas lulus sebelum agustus 2019, bisa daftar tapi harus submit sertifikat expected graduation saat apply. Lalu ijazahnya bisa di submit sebelum agustus 2019. Kalau setelah itu masih belum bisa melampirkan, maka akan didiskualifiaksi dari scholarship ini.

Untuk kalian yg sudah dapat gelar dari univ di korea, ngga boleh daftar program ini, kecuali mereka yg merupakan korean adoptees atau dulunya dapet GKS scholars juga (KGSP). Untuk mantan GKS Scholar, syarat tambahan adalah harus ke higher degree dibanding yg sudah diambil, dan nilai GPA nya harus lebih dari sama dengan 90%. Kalau dulu cuma exchange atau visit ke korea, masih boleh daftar karena tidak ada gelar lulus dari univ di korea.

  • IPK

Persyaratan IP (GPA) atau IPK (CGPA) adalah harus punya IPK lebih dari 2.64 dari skala 4.0, ATAU percentile score nya 80% ke atas (ini maksudnya kalau scale nya ngga tercantum di guidelines maka bisa mengikuti syarat percentile). Nilai percentile bisa dilihat di appendix guidelines ya. Syarat CGPA ini mutlak sifatnya, jadi kalau dibawah 2.64 akan langsung didiskualifikasi.

  • Kesehatan

Persyaratan kesehatannya adalah harus sehat jasmani dan rohani karena di Korea berat. Kalau gampang homesick atau susah jauh dari Indonesia, coba disiapin dulu mentalnya kalau harus ngga ketemu selama 1 tahun gimana. Atau semisal gampang stress, lebih baik jangan daftar karena Korea paling bisa bikin orang yg awalnya waras jadi stress 😂 (just kidding).

Personal medical assesment itu diisi sendiri ya, namanya juga personal assesment. nanti yg ke rumah sakit itu kalau udah lulus tahap 2 yg dari NIIED. Jadi di tahap awal ini ngga perlu ke RS. Kalau udah lulus tahap 2 tapi ternyata ada positif narkoba atau kena sakit yang parah banget ampe ngga bisa study di korea, maka awardee akan didiskualifikasi.

  • Yang ngga boleh daftar

Mereka yg sudah dapat gelar dari korea ngga boleh daftar ya. Dan yg udah pernah jadi GKS scholar tapi mengundurkan diri juga ngga boleh daftar. Terkecuali untuk yg resign karena ngga lulus topik 3, itu boleh daftar lagi dengan syarat punya topik 5 keatas.

  • Preference

Untuk yang punya language proficiency Korea (TOPIK) atau English (TOEFL, TOEIC, IELTS) lebih diutamakan ya. Selain itu ngga akan diterima, termasuk TOEFL ITP.

Ada preferensi juga untuk yg majornya natural science dan engineering. semisal ada dua kandidat dengan nilai sama, yg satunya dari MIPA dan satunya dari Humaniora, maka ada preference untuk pilih yg MIPA.

Mereka yg berasal dari keluarga dengan pendapatan rendah dan berasal dari daerah2 juga akan dapat preferensi.

V. Required Documents

Kalau yg ini insyaAllah sudah jelas ya dari table yg disajikan di guidelines. Semoga ngga ada yg nanya lagi apakah wajib menyerahkan sertifikat bahasa apa engga 😅

Note (WAJIB DIBACA):

  • Semua yg berbahasa selain inggris atau korea, wajib ditranslate dan dilegalisir oleh institusi yg membuat dokumen tersebut atau ke notaris. semisal akta kelahiran, bisa ditranslate di dispendukcapil dan dilegalisir disana langsung (bener ga ya? agak lupa), jadi ngga perlu dinotariskan. Kalau dokumennya di sworn translate karena institusi yg mengeluarkan ngga bisa menerjemahkan, berarti harus difotokopi dan dilegalisir oleh notaris.
  • Semua dokumen yg difotokopi harus dinotariskan ya. Saya kurang jelas juga apakah legalisir dari universitas sudah cukup apa belum, tapi kalau baca dari guidelines sepertinya harus notaris. saya dulu untuk jaga2 jadi dua cap, universitas dan notaris. tapi setahu saya notaris saya sudah cukup.
  • Dokumen ngga akan dikembalikan. jadi jangan submit yg asli ya.
  • Dokumen harus dimasukkan sesuai dengan urutan dari nomer satu yg paling depan, sesuai dengan checklist form nya. terus di tiap dokumen bagian pojok kanan atas ditulis nomer dan label nya, misal 9. Certificate of Bachelor’s Degree. Kalau di aturan embassy Korea di Indonesia, dokumen ngga boleh dimasukkan ke clear file (map plastik transparan) ya. dulu saya sih cuma beli label aja dan tulis tangan. Kalau ada yg mau di ketik juga jauh lebih baik. Ada teman saya yg ngeprint langsung di masing2 dokumennya, tapi katanya harus dicoba2 dulu supaya ngga ngeprint diatas informasi dokumen.
  • kalau belum lulus tapi sudah jelas akan lulus sebelum agustus 2019, boleh submit Certificate of Expected Graduation saat apply ya. Lalu ijazahnya tinggal di submit saat sudah dapat, sebelum 31 agustus 2019. yg perlu diperhatikan adalah, kalian harus tanya dulu ke jurusan apakah ijazahnya boleh dikirim ke korea apa engga. karena kasusnya teman saya anak UI, mereka harus pulang lagi ke indonesia dan ngambil langsung ijazahnya (waktu itu kalau ngga salah krn graduation di indonesianya setelah mereka berangkat ke korea).
  • Embassy track >>> harus kirim 1 set formulir aplikasi original, dan 4 recommendation letter. Tahun ini embassy tidak mensyaratkan 3 kopian dari application form
  • University track >>> harus kirim 1 set formulir aplikasi original.

Karena tiap program requirement nya beda, saya ngga bisa bahas satu2. tapi pada intinya yang harus dikumpulkan adalah:

  1. Form aplikasi >>> diketik dan pakai bahasa inggris. ngecheck nya pakai ya, bukan contreng.
  2. Personal statement >>> udah ada penjelasannya suruh nulis apa di personal statement. intinya motivasi daftar GKS, pengalaman kerja atau pendidikan yg berhubungan sm apply program ini, alasan belajar di korea, dan hal2 lain yg sekiranya bisa mendukung aplikasi kamu (semisal pernah ada pengalaman exchange, atau presentasi akademik, atau ikut suatu program). Jangan lupa dibaca perintah nya baik2 ya, misal harus single spacing dan cuma 1 halaman aja.
  3. Statement of purpose >>> isinya goal of study & study plan, dan future plan setelah lulus dari program GKS ini. In summary, kalau saya dulu bikin dengan penjabaran per semester (untuk study plan), sedangkan untuk future plan saya jabarkan secara short term dan long term. kalau yg ini sebenernya kreatifitas dari applicant aja jadi ngga harus juga dijabarkan seperti saya. Yang penting penyampaian nya mengena di hati reviewer aja hehe. Untuk statement of purpose ngga boleh lebih dari 2 halaman ya. Saya dulu hanya 1 halaman totalnya. Semakin panjang belum tentu semakin bagus, yg penting dapat point nya saja karena kalau kepanjangan nanti kasian yang baca 😅
  4. Research proposal >>> KHUSUS UNTUK YG DAFTAR RESEARCH PROGRAM. Ini saya juga kurang tau harus bagaimana menulisnya, tapi kira2 seperti nulis proposal saat skripsi dulu mungkin ya. Dan setahu saya yg ini harus sudah ada kontak dengan prof di Korea. Saya dulu pas apply AAS (australia) juga sistemnya adalah kontak prof dulu, nunggu dibales, trs tanya kira2 bisa penelitian tentang apa disana (atau kalau sudah riset ttg prof nya, berarti bisa langsung aja bilang mau penelitian tentang apa), lalu jika prof sudah setuju, baru coba dibikin. dan setelah selesai, kirim dulu balik ke prof untuk di check apakah sudah sesuai atau belum (dulu saya gitu sih). nah kalau sudah fiks semua baru bisa dimasukkan di form pendaftaran.
  5. Surat rekomendasi >>> DUA BIJI YA teman2, harus dari dua orang berbeda yang bisa menilai kemampuan akademik kalian. Saran saya sih supervisor skripsi (DPS) dan supervisior akademik (DPA). Syarat ini agak ribet menurut saya karena tiap pemberi rekomendasi harus ngeprint dan fotokopi 3 kali, dan ditandatangani satu2 suratnya (total berarti ada 4 copies ya, 1 original hasil print2an dan 3 fotokopian). lalu suratnya dimasukkin ke official envelope (dulu saya engga, sepertinya ini aturan baru. official envelope mungkin bisa minta ke jurusan kali ya), dan ditandatanganin di bagian belakang (batasan flap nya, jadi ketahuan kalau dibuka apa engga). Jangan lupa suruh ditandatanganin ya, nanti ngga diterima.
  6. Letter of Invitation >>> KHUSUS RESEARCH PROGRAM. ini bisa minta diisi oleh petugas atau supervisor di departemen atau universitas yang kalian tuju. Jadi kalau research program emang wajib ngontak supervisor di korea ya teman2.
  7. GKS Applicant Agreement >>> surat kontrak, dibaca baik2 ya supaya ngga ada masalah saat di Korea. salah2 bisa di keluarin dari program GKS lho teman2.
  8. Personal medical assesment >>> isinya tentang pernyataan secara pribadi tentang kesehatan anda dan penyakit2 yang pernah diderita. ngga perlu ke dokter ya untuk mengisi ini, sudah jelas di penjelasannya.
  9. Ijazah S1 >>> Original ya teman2. Ini bukan berarti ngirim asli, cukup difotokopi lalu dinotariskan. Kalau ngirim asli nanti ngga balik ijazahnya 😂
  10. Transkrip S1 >>> Original juga.
  11. Ijazah S2 >>> untuk program doctoral dan research. Original.
  12. Transkrip S2 >>> untuk program doctoral dan research. Original.
  13. Ijazah S3 >>> khusus program research yg postdoctoral. Original.
  14. Transcript S3 >>> khusus program research yg postdoctoral. Original.
  15. Sertifikat kerja >>> khusus program research yg postdoctoral. Original.
  16. Proof of citizenship >>> bisa passport atau akta lahir, bahasa inggris ya. untuk akta bhs inggris bisa minta ke dinas kependudukan dan pencatatan sipil di kota anda.
  17. Proof of parent’s citizenship >>> Kartu Keluarga yg sudah di translate ke bahasa inggris, difotokopi, lalu dilegalisir oleh notaris. Kalau bisa ngga perlu KTP, karena kalau KTP kan berarti harus translate 2 document KTP jadinya akan lebih mahal.
  18. Proof of Overseas Korean Document >>> khusus overseas Korean
  19. Proof of Korean Citizenship Renunciation Document >>> khusus yg dulu pernah jadi orang Korea
  20. Proof of Korean Adoptee Document >>> khusus orang korea yg diadopsi di luar negeri
  21. Sertifikat TOPIK >>> hanya opsional, ngga wajib disertakan, tapi kalau punya akan menambah nilai. Harus yg masih valid ya.
  22. Sertifikat Bahasa Inggris >>> hanya opsional, ngga wajib disertakan, tapi kalau punya akan menambah nilai. Harus yg masih valid ya. hanya bisa IELTS, TOEFL, atau TOEIC. tidak menerima TOEFL ITP atau test2 prediksi lainnya.
  23. Publikasi, research paper, dkk >>> buat yg pernah publikasi, bisa dimasukkan di section ini. saya dulu masukkan abstract skripsi saya dan juga poster presentation dalam bentuk print A4 berwarna.
  24. Awards >>> kalau yg pernah dapat penghargaan yg sekiranya mendukung aplikasi kalian, maka bisa disertakan. semisal ndaftar program engineering tapi dapet award di bidang fotografi? terserah aja, asal bisa dijelaskan relasi award itu terhadap study kalian di engineering kelak. Misal pernah ikut PKM dan sampai dapat penghargaan, maka bisa dimasukkan juga.
  25. Passport copies >>> setelah lulus tahap 2
  26. Medical examination >>> setelah lulus tahap 2. Ini agak merogoh kocek ya teman2, saya dulu habis 1.5 juta sepertinya untuk ini saja. (masih belum ditambah test bahasa inggris dan legalisir dokumen yg banyak banget 😭)

saya tulis sampai segini dulu ya, insyaAllah besok lanjut lagi. Ini saya post terlebih dahulu supaya bisa dibaca2 dulu^^

 

 

 

 

 

Weekly Post Challenge

Hello, everyone!

It feels like years since the last time I wrote an article here hahaha, sorry for the long wait! I actually want to write a looooot of things that have happened to me since I enrolled at SNU, there were ups and downs, joy and bitterness, therefore, I came up with the idea of weekly post challenge, to cover all of those unforgettable stories I have while residing in Korea!

But before that, I need to make sure all of my beloved readers would read this short notice (important part in bold).

I spend about one hour to reply around 10 comments because I really want to elaborate everything that I know in detail. Therefore, I really appreciate if readers would take more time to read the other comments (and of course my answers) before asking a question.

No, it does not mean I do not like you people asking me, I actually feel motivated to continue working on the website because of the comments you leave, but it is kinda sad if the efforts I worked on answering the comment are buried because no one takes a second look. I would really appreciate if you ask by replying to the comment which is related to your question, therefore it will be easier for me to help you solve the issue 🙂 If you have tried to read the comment and cannot find one which is related, feel free to leave a new comment!

Oh also, I would really appreciate if you leave the comment in a bulleted form, thus I can grasp the question well 🙂

second notice…

I deactivated my IG, hahaha. Although it is only temporary because I might need it later, it was kinda a good decision at this moment. Because before I deactivated my IG, I spent hours on it every day without realizing that I could have written something helpful about pursuing scholarships or studying abroad in this website. This made me really disappointed in myself! 😞 

Therefore, I temporarily deactivated my IG and am trying to be more productive by writing more. I got this motivation especially after listening to a talk by Pak Cah, author of Wonderful Family, as I asked him a question how to get the motivation to write (I might write a post about his talk). And he answered something like “set your priority right”.

So, yes, I want to prioritize writing on my website more. Specifically saying, I am resolved to post weekly article since this month. Please kindly let me know if you have any particular story in your mind, I would greatly appreciate it 😊 And I also want to hear your opinion, whether it would be better to write in English or in Indonesian. Thanks before 🙂

Third, for those who celebrate Ramadhan…

In less than 2 weeks we will have this month full of blessings, I am so happy to welcome this beautiful month! I really hope we can spend this year Ramadhan well, wherever you are! Because it is indeed more challenging if you are living in a country with Muslim as a minority. Generally speaking, people will start to question your motivation for fasting, and you need to commute for a longer distance to reach the Mosque, then do the taraweeh prayer at around 9:30 pm, and more importantly, we do not have our family to break the fasting with or eating sahoor together. but it is okay! this is the beauty of Ramadhan, we will appreciate more all of those time we had, and appreciate the time that God still gives us till now. Happy Ramadhan!

Fourth and last…

I am having two exams on this week and next week, and they did make me freaked out a little bit because this one subject is about Transmission Electron Microscope. It deals a lot with math and physics in which I do not have strong backgrounds. And another subject is about Nanomaterials, where I need to present a kind of research proposal or research progress. But up until now, I have not really decided on my topic yet because of some circumstances, therefore I hope you could wish me luck with my research! Oh, anyway, I would love to write some articles about my academic life, including lectures and research progress on this website. Please kindly let me know if you are interested!

That is all the post for this week! Starting today, I will post at least one article every week. The topic will be random, but if you have a certain topic that you wanna read, please leave a comment below!

Thank you for reading, and have a great day (or rest)!

 

SNU Dormitory, Sunday 6th May 2018.

 

 

ps. yesterday was Children Day in Korea. but because it was on Saturday, the government decided to make this Monday as a holiday too. That’s why I am up till this late 😆 (currently at 12:08 am)

pps. I spent 2 hours on this short notice! that’s a pretty long time. But I heard that writing skills can be improved by writing more, so I am looking forward to it!

 

What You’ll Miss after Leaving Indonesia

Hello, it’s been almost a year since I arrived in South Korea. It feels like I’ve just started to study Hangeul and suddenly 1 year has passed. Time surely flies!

During all these times, of course, there were numerous times in which I felt so homesick and wanted to go home because I could not get or see something that I could easily find in Indonesia.

So, if you want to study or live abroad (for this case is in Korea), here are 7 things that you will miss from our beloved country, Indonesia.

  1. Food

    Of course, FOOOOOOD! From various types of savory tasted porridge and soup, satay, nasi goreng, rendang, bakso, until all the oily yet delicious street snacks, I love them all! But unfortunately, I cannot eat all of that unless I go to an Indonesian restaurant. Here in Korea, they sell different types of herbs so we can only find Indonesian herbs in Asian food mart or Global market and some places like that. Even so, they were sold pretty expensively, so if you are planning to cook Indonesian food here, don’t forget to bring the herbs also!

  2. Halal Food

    Not as difficult as it is to find Indonesian Food, Halal food is pretty common in Korea because many middle east people also live here. What I mean by halal food does not mean that the restaurant got halal certification from KMF. Instead, they are either cooked by Muslim or said as Muslim friendly restaurants. Usually, Indian restaurants are labeled as Muslim friendly also. The problem is actually… the price. In Daejeon, the average price for one meal is 5.000 won, but for one plate in a halal restaurant, they usually priced around 10.000 won. I could not even live here with the KGSP allowance if I go there every day. So usually I only go there in special days. For reference, Korean chickens are not properly slaughtered. My teacher said that the chickens are beaten first and then are put into boiling water. Well, just to let you know…

  3. Mosque

    As we already knew, mosques are not common in South Korea where the majority of people are atheists. You would not hear adzan prayer as we have in Indonesia, you would have difficulty to pray because here and there are not clean, or perhaps you would just feel uncomfortable because people are looking at you. If you do not have any place to pray, look for a clothing store and pray in the fitting room 🙂

  4. Traditional Language

    Yes, I am referring to traditional language, not Indonesian language. Here you could find many of our people so you would not have any problem to speak in Indonesian. But if you do dear your traditional language, you might need to adapt yourself to just hear Indonesian and not Javanese or Sundanese (and the other language). And make sure you do not speak in your traditional language if your conversation is not also native to that language because they might interpret it differently (happened to me and my Indonesian friends like numerous times).

  5. Private Vehicles

    Cars are not expensive here, you may say they have similar prices as in Indonesia. But what makes Korean people prefer to use mass transportations is the high tax they need to pay every month for the car they have. My Indonesian senior told me that if you have a secondhand car (ex. 500.ooo won), then you need to pay another 500.000 won every month for the tax only.

  6. Family and Friends

    We could not agree more about this. Family and friends always play important role in our life because they are people who surround us. Therefore by the time we decided to move away, we know that we will miss them.

    Actually for my case, thanks to Video Call feature, I still feel so close with my family and friends, like they are only one hour away from me. But what cannot be denied is, we miss the moment with them on special days such as Eid Al Fitr, Eid Al Adha, birthday, and also weddings. ㅠㅠ cannot help but cry inside.

  7. Cabe Rawit (The Real Chili)

    Even tho they put so many chili pastes in Korean food, it tastes different. Don’t expect it as the real spicy, as one of the characteristics of Korean food is actually sweet and spicy. Of course, you could still find spicy food here, but just don’t expect it will taste like Ayam Geprek or Sambal Bawang. So, don’t forget to bring your own sambal from Indonesia if you go abroad.

Those are all the Indonesian things I miss as I live here. I actually want to make an informative post but ended up sharing stories from my point of view.

I hope this post could give you insight about living in South Korea 🙂

Pengumuman dan Info Interview


Halo,

 

Mohon maaf, dikarenakan kesibukan untuk persiapan ujian TOPIK, saya sementara tidak bisa membalas email maupun komen dengan cepat. Mohon pengertiannya 🙂

 

Untuk yg kemarin sudah mendaftar KGSP, semoga sukses dalam aplikasinya, dan sampai berjumpa di Korea!

 

Tambahan: dikarenakan banyak pertanyaan mengenai waktu pengumuman interview, saya akan menjelaskan sedikit tentang hal tersebut.

Sewaktu periode saya dulu, saya diberi kabar via telepon dan email bahwa lolos seleksi tahap pertama pada bulan Maret tanggal 14. Dalam emailnya juga disebutkan bahwa saya harus menghadiri interview pada tanggal 17 Maret 2016. Sewaktu itu saya mendapat kloter pagi, dari jam 9-12 dan harus datang jam 8. Jadwal interview akan diberikan saat sampai di embassy.

Good luck semuanya!

FAQ KGSP Part 1

Halo,

Kali ini saya akan menjabarkan mengenai FAQ KGSP yang telah ditanyakan oleh teman-teman semuanya. Karena mostly orang Indonesia, jadi postingan ini akan menggunakan bahasa Indonesia. Saya akan jabarkan dalam bentuk poin-poin sehingga lebih mudah dibaca 🙂

  1. Q: Bagaimana cara mendaftar KGSP Graduate?

A: KGSP ada dua track/jalur, pertama Embassy, kedua via University. Untuk Embassy, silakan buka website embassy Korea Selatan di Indonesia, dan klik bagian Pengumuman Kedubes. Kalau pendaftaran via embassy sudah dibuka, akan ada pengumuman disitu. Untuk melihat guideline tahun lalu, silakan cari post nomer 231 dengan judul: 2016 KGSP-Graduate Degree Scholarship.

Link: http://idn.mofa.go.kr/worldlanguage/asia/idn/mission/notice/index.jsp

Ada juga yang prefer untuk buka via www.studyinkorea.go.kr dan buka bagian Scholarship >> KGSP. Infonya cukup jelas juga disitu. Tapi jika bukan periode pendaftaran, maka tidak ada link yang bisa diakses untuk download guidelines.

Link: http://studyinkorea.go.kr/en/sub/gks/allnew_invite.do

2. Q: Apakah sertifikat bahasa itu penting?

A: Pertanyaan tricky, tapi jawabannya sertifikat bahasa itu: penting nggak penting. Karena memang saat saya apply, tidak dipersyaratkan untuk mencantumkan sertifikat bahasa. Namun memang menurut saya, bisa jadi nilai tambah, jadi kalau kalian sudah punya, kirimkan saja. 🙂

Saya pribadi akan mencantumkan karena itu merupakan bukti tingkat kemampuan bahasa Inggris/Korea kita. Karena tahap embassy persaingannya lumayan ketat, jadi sewajarnya penyeleksi akan memilih berdasarkan dokumen yang diinput, semakin baik akan semakin besar chance untuk ke tahap interview.

3. Q: Seberapa besar peluang saya diterima?

A: Pertanyaan tersulit, saya tidak akan pernah bisa menjawab karena hanya kalian sendiri yang tahu 🙂

Saat saya apply pun, saya tidak ada bayangan sama sekali akan diterima atau tidak, karena saya tidak tahu kualifikasi saingan saat itu seperti apa. Daripada berpikir mengenai peluang, lebih baik mempersiapkan yang terbaik. Jangan berpikir kegagalan saat belum berperang. 🙂

4. Q: Dokumennya kalau bahasa Indonesia bagaimana mengurusnya?

A: Ini paling sering ditanyakan, hehe. Jadi untuk dokumen, pada intinya semua harus bahasa inggris/korea dan wajib disahkan oleh notaris. Jadi kriterianya begini:

  • Dokumen bahasa Indonesia: silakan translate dulu ke institusi yang bersangkutan (Univ atau Capil). Jika institusi tersebut tidak menyediakan jasa translate, silakan dibawa ke sworn translator. Setelah ditranslate oleh penerjemah tersumpah, dokumen difotokopi dan disahkan oleh notaris.
  • Dokumen sudah bahasa Inggris atau Korea: Cukup difotokopi dan dibawa ke notaris untuk disahkan.

5. Q: Jurusan ABC bagusnya di Universitas mana ya?

A: Silakan buka website-website yang menawarkan ranking universitas dari seluruh dunia. Lalu pilih major yang kalian inginkan, dan filter/saring untuk negara korea saja. Setelah itu, silakan buka masing-masing web universitas yang kalian inginkan, dan coba bandingkan topik risetnya dan dosen pembimbing penelitian. Biasanya untuk mahasiswa S2, mereka lebih mementingkan topik riset/supervisor daripada hanya berdasar ranking universitas.

Itu adalah part 1 untuk FAQ KGSP. Kalau ada yang ingin ditanyakan, silakan komen dibawah ya. Selamat berjuang, scholarship hunter! 🙂